
Objek Wisata Pulau Layung Seribu.(Dok. Desa Kembang Janggut)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pengembangan sektor pariwisata di wilayah hulu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan potensi positif. Salah satunya Pulau Layung Seribu di Desa Kembang Janggut, Kecamatan Kembang Janggut, yang mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata alam dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat lokal.
Tidak hanya menawarkan panorama alam di sekitar aliran Sungai Mahakam, destinasi ini juga diarahkan menjadi ruang wisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya setempat.
Camat Kembang Janggut, Suhartono, mengatakan pengembangan Pulau Layung Seribu memiliki visi untuk menciptakan destinasi wisata yang selaras dengan pelestarian alam serta penguatan budaya masyarakat.
“Kami ingin wisata ini tidak sekadar jadi objek rekreasi, melainkan ruang di mana pengunjung bisa merasakan kehidupan masyarakat setempat dan menjaga kelestarian lingkungan,” jelas Suhartono Jumat (6/11/2026).
Pulau Layung Seribu menawarkan suasana alam yang asri dengan pepohonan hijau dan aliran sungai yang tenang. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas, mulai dari bersantai di gazebo, berjalan di sekitar tepi sungai, hingga menikmati kopi lokal sembari menyaksikan matahari terbenam.
Ketika malam tiba, suasana kawasan wisata semakin menarik dengan udara sejuk dan pencahayaan yang memberikan nuansa nyaman untuk dikunjungi bersama keluarga maupun pasangan.
Dari sisi ekonomi, keberadaan destinasi ini turut membuka peluang usaha bagi masyarakat. Sejumlah fasilitas telah tersedia, seperti musala, jaringan internet Wi-Fi, serta pelaku UMKM yang menawarkan kopi dan berbagai makanan lokal.
Suhartono menjelaskan, pengelolaan Pulau Layung Seribu melibatkan masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Keterlibatan tersebut menjadi bagian penting agar manfaat pengembangan pariwisata dapat dirasakan langsung oleh warga.
“Seluruh pengelolaan wisata ini melibatkan aktif warga setempat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Tujuannya agar ekonomi masyarakat terangkat dan kearifan lokal tetap terjaga,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dispar Kukar, Muhammad Sadli, mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan kepada Pokdarwis agar pengelolaan destinasi semakin profesional dan berkelanjutan.
“Kami terus mendampingi Pokdarwis agar pengelolaan destinasi berjalan profesional dan berkelanjutan. Potensi Pulau Layung Seribu sangat besar, terutama sebagai wisata edukasi dan ekowisata yang ramah lingkungan,” ungkapnya.
Menurut Sadli, pengembangan Pulau Layung Seribu juga diarahkan dengan memperhatikan aspek lingkungan. Di antaranya melalui pengelolaan limbah, perlindungan ekosistem sungai, serta pemberian edukasi lingkungan kepada wisatawan.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, dan masyarakat, Pulau Layung Seribu diharapkan semakin berkembang sebagai destinasi ekowisata unggulan di wilayah hulu Kukar. Selain memperkaya pilihan wisata alam, keberadaannya juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. (Adv/Dri)