.jpg)
Ketua PMI Kota Balikpapan, Zulkipli.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (utaiRaya.com): Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Balikpapan memastikan ketersediaan darah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat masih dalam kondisi aman. Dari kebutuhan sekitar 2.000 kantong darah setiap bulan, PMI menyebut stok yang tersedia sejauh ini relatif mampu mencukupi permintaan.
Ketua PMI Kota Balikpapan, Zulkipli, mengatakan terpenuhinya kebutuhan darah tidak terlepas dari tingginya partisipasi masyarakat, relawan, serta dukungan berbagai instansi dan perusahaan yang secara rutin menggelar kegiatan donor darah.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya membantu menjaga ketersediaan stok darah di Balikpapan, tetapi juga memungkinkan PMI berbagi dengan daerah lain yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, dari kebutuhan 2.000 kantong per bulan itu, kita masih relatif terpenuhi. Ketika stok kita berlebih dan ada daerah lain yang membutuhkan, kita juga bisa membantu mengirimkan, termasuk ke Samarinda,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).
Ia menjelaskan, distribusi darah ke daerah lain juga menjadi salah satu upaya PMI mengoptimalkan pemanfaatan stok. Sebab, darah memiliki masa simpan terbatas sehingga harus dikelola dengan memperhatikan masa kedaluwarsa.
Zulkipli mencontohkan, dalam pengelolaan stok darah, terdapat kebutuhan darah dengan masa penyimpanan tertentu yang menjadi pertimbangan rumah sakit. Karena itu, PMI harus memastikan darah yang telah didonorkan dapat dimanfaatkan secara optimal sebelum melewati masa simpannya.
“Jangan sampai masyarakat sudah mendonorkan darah, tetapi darahnya tidak termanfaatkan. Makanya, kalau ada stok lebih dan daerah lain membutuhkan, kita tidak masalah untuk berbagi,” jelasnya.
Terkait jenis golongan darah yang paling banyak dibutuhkan, Zulkipli menyebut permintaannya relatif merata antara golongan darah A, B, AB, dan O. Namun, perhatian khusus diberikan kepada pasien talasemia yang membutuhkan transfusi darah secara rutin.
Di Balikpapan, terdapat sekitar 112 pasien talasemia yang membutuhkan dukungan ketersediaan darah secara berkelanjutan. Sebagian pasien harus menjalani transfusi setiap dua minggu sekali sehingga kebutuhan mereka perlu menjadi perhatian serius.
“Kalau pasien talasemia, golongan darahnya tidak bisa diganti begitu saja. Mereka rutin membutuhkan darah, bahkan setiap dua minggu sekali. Itu yang harus kita perhatikan betul-betul agar jangan sampai kekurangan,” katanya.
Meski demikian, Zulkipli memastikan hingga saat ini kebutuhan darah bagi pasien talasemia masih dapat terpenuhi.
Untuk menjaga ketersediaan stok, PMI Balikpapan menjalankan sejumlah pola kerja sama donor darah. Di antaranya melalui kegiatan donor darah yang melibatkan relawan dan berbagai instansi, seperti Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), serta kerja sama terjadwal dengan perusahaan-perusahaan.
PMI juga secara aktif mendatangi instansi maupun perusahaan sesuai jadwal yang telah disepakati. Selain itu, masyarakat yang rutin mendonorkan darahnya langsung ke kantor PMI turut menjadi penopang ketersediaan stok.
“Alhamdulillah, sepanjang tahun ini kita tidak pernah sampai harus mencari darah ke daerah lain untuk memenuhi kebutuhan di Balikpapan. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para pendonor yang memiliki semangat luar biasa untuk berbagi kepada sesama,” tutupnya. (Las)