• Minggu, 01 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Potret penjual Kue Pukis dan Bikang Pamuji di Jalan Cendana. Sabtu (31/10/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Di tengah menjamurnya jajanan kekinian, kue pukis dan bikang masih memiliki tempat tersendiri di hati pencinta kuliner.

Dua jajanan tradisional ini menawarkan cita rasa sederhana dengan tekstur dan aroma khas yang membuatnya tetap menarik untuk dinikmati.

Kue pukis dikenal dengan bentuk setengah lingkaran, tekstur empuk, serta aroma adonan yang dipanggang.

Perpaduan tepung, telur, gula, dan santan menghasilkan rasa manis gurih yang menjadi ciri khasnya.

Sementara itu, kue bikang memiliki tampilan yang berbeda.

Bentuknya merekah menyerupai bunga dengan bagian tengah lembut dan pinggiran berpori.

Warna hijau, merah muda, dan putih membuat jajanan ini terlihat menarik saat disajikan.

Keduanya memiliki karakter masing-masing. Pukis menawarkan kelembutan adonan panggang, sedangkan bikang menghadirkan tekstur berserat dengan tampilan khas.

Di Samarinda, masyarakat dapat menemukan sejumlah tempat yang menawarkan jajanan tradisional tersebut.

Beberapa di antaranya bahkan menyediakan pukis dan bikang sekaligus.

Bagi pencinta jajanan tradisional yang ingin menikmati kedua kue tersebut, ada sejumlah lokasi yang bisa masuk daftar kunjungan.

1. Pukis Mas Agoes

Pencinta pukis dapat mencoba mencari jajanan ini di Pukis Mas Agoes, Jalan Ahmad Yani II Nomor 31, kawasan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang.

Tempat ini dikenal menawarkan pukis dengan tekstur empuk dan pilihan topping.

Beberapa variasi yang disebut tersedia antara lain cokelat dan abon.

Pilihan tersebut memberikan alternatif bagi pembeli yang ingin menikmati pukis dengan rasa berbeda dari sajian klasik.

2. Pukis & Bikang Merapi

Beralih ke kawasan Teluk Lerong Ulu, terdapat Pukis & Bikang Merapi di Jalan Cendana Nomor 3-2, Kecamatan Sungai Kunjang.

Lokasi ini menjadi salah satu pilihan menarik karena menawarkan dua jenis jajanan sekaligus, yakni pukis dan bikang.

Pengunjung yang ingin menikmati kue tradisional dengan karakter berbeda dapat mempertimbangkan tempat ini sebagai salah satu tujuan berburu kuliner.

3. Pukis Bikang Merapi

Pilihan berikutnya berada di kawasan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu.

Pukis Bikang Merapi tercatat menawarkan pukis dan bikang dengan sejumlah pilihan rasa.

Informasi pelanggan sebelumnya menyebut harga sekitar Rp 1.000 per potong.

Namun, harga tersebut perlu dikonfirmasi kembali kepada penjual karena dapat berubah sewaktu-waktu.

Dengan pilihan 2 jenis kue tradisional, lokasi ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati jajanan sederhana dengan harga terjangkau.

4. Penjual Kue Pukis Baqa

Bagi masyarakat yang berada di Samarinda Seberang, penjual kue pukis di Jalan Sultan Hasanuddin, kawasan Baqa, dapat menjadi alternatif.

Penjual ini tercatat melayani pembeli pada pagi hari. Informasi kontak yang tersedia adalah 0813-4604-6381.

Kehadiran penjual pukis di kawasan tersebut turut memberikan pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati jajanan tradisional tanpa harus menuju pusat kota.

5. Istana Kue Tradisional Hj. Ulfah

Pilihan lainnya adalah Istana Kue Tradisional Hj. Ulfah yang beralamat di Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 15, Kecamatan Samarinda Kota.

Tempat ini menjadi alternatif untuk mencari aneka jajanan tradisional dan kue basah.

Masyarakat yang ingin membeli pukis atau bikang disarankan menghubungi penjual terlebih dahulu untuk memastikan ketersediaan produk.

6. Pukis dan Bikang Pamuji

Terakhir, ada Pukis dan Bikang Pamuji di Jalan Cendana.

Tempat ini selalu ramai untuk dikunjungi masyarakat Samarinda. Tak heran, Pukis dan Bikang Pamuni terkadang tutup cepat karena telah habis.

Tempat ini dikenal menawarkan pukis dengan tekstur empuk dan pilihan rasa, seperti original, coklat, keju, selai nanas dan pandan.

Keberadaan pukis dan bikang memperlihatkan bahwa jajanan tradisional masih memiliki peluang di tengah perkembangan industri kuliner.

Meskipun berbagai makanan modern terus bermunculan, cita rasa yang sudah dikenal sejak lama tetap mempunyai penggemarnya.

Salah satu penjual Pukis dan Bikang di Samarinda, Risna mengatakan, jika jajanan tradisional ini sudah sejak lama ia tawarkan di Samarinda.

"Sudah lama sekali mas, saya juga lupa dari tahun berapa, tapi sudah puluhan tahun," ucap Risna, penjual Pukis dan Bikang Pamuji di Jalan Cendana.

Dia mengaku kadang penjualan lebih cepat habis.

Tak jarang, dia dan suaminya lebih cepat pulang karena bahan pukis dan bikang yang dibawa telah terjual habis.

"Kadang jam setengah 10 sudah siap-siap pulang. Kadang paling lambat setengah 11. Ya alhamdulillah, jualan cepat habis, kadang juga antre panjang, terkadang juga sepi," tuturnya.

Risna juga menuturkan, jika resep yang di gunakannya, merupakan resep turun temurun keluarga.

Dulunya resep ini, kata Risna, merupakan resep yang dihidangkan jika kedatangan tamu oleh keluarganya.

Namun, seiring berkembangnya zaman, dia memberanikan diri untuk membuka usaha Pukis dan Bikang.

"Dulu buat di rumah aja kalau ada tamu atau kumpul keluarga besar, sampai saya dan suami mencoba untuk jualan ini. Alhamdulillah sampai sekarang," ucapnya.

Dia menjual pukis dan bikang dengan harga merata Rp 5.000/2 biji pukis atau bikang.

Dalam satu kotak, kue pukis dan bikang biasanya dibandrol Rp 20.000.

Selain mempertahankan resep dan karakter rasa, inovasi juga dapat menjadi cara untuk memperluas pasar.

Penambahan variasi topping, penyajian yang lebih menarik, hingga kemasan praktis dapat membuat jajanan tradisional semakin mudah diterima generasi muda.

Namun, ciri khas tetap menjadi bagian penting yang perlu dipertahankan.

Kelembutan pukis dan tekstur bikang yang merekah merupakan daya tarik yang membuat keduanya berbeda dari jajanan lainnya. (Abi)



Pasang Iklan
Top