
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo berdialog bersama perwakilan organisasi dan komunitas pemuda dalam diskusi kepemudaan yang diinisiasi Pepelingasih Kaltim di Kelurahan Klandasan Ilir, Sabtu (31/10/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Kolaborasi antarkomunitas pemuda dinilai menjadi salah satu kunci untuk mendorong pembangunan Kota Balikpapan yang berkelanjutan. Tidak hanya aktif dalam kegiatan masing-masing, generasi muda juga didorong bersatu membangun gerakan sosial, menjaga lingkungan, dan menyampaikan aspirasi bagi kemajuan daerah.
Semangat tersebut mengemuka dalam diskusi kepemudaan yang diinisiasi Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Kalimantan Timur di Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan, Sabtu (31/10/2026).
Mengusung tema membangun kolaborativitas antarpemuda untuk mewujudkan Balikpapan berkelanjutan, kegiatan ini mempertemukan sekitar 50 hingga 60 peserta dari berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan.
Ketua DPD Pepelingasih Kaltim, Rifki Ade Putra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pemuda untuk bertukar gagasan, sekaligus menyampaikan aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi terkait pembangunan Kota Balikpapan.
Menurutnya, keterlibatan berbagai organisasi diperlukan agar gerakan kepemudaan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung dalam menciptakan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kita ingin pemuda berkumpul, mendengarkan, sekaligus menyampaikan aspirasi terkait pembangunan Kota Balikpapan yang berkelanjutan. Jangan sampai ada lagi persaingan antarpemuda dalam kegiatan sosial. Kalau membuat kegiatan bersama, kita harus bersatu dan berkolaborasi," ujarnya.
Rifki juga menyoroti pentingnya keterlibatan pemuda dalam edukasi lingkungan, terutama pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Meski Balikpapan tidak sedang menghadapi persoalan karhutla seperti sejumlah daerah lain, langkah antisipasi tetap diperlukan.
Ia berharap pemuda dapat menjadi penggerak edukasi di tengah masyarakat mengenai pentingnya menjaga alam dan lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut hadir perwakilan Duta Pemuda, Duta Lingkungan Hidup, Duta Bela Negara, Duta Genre, Green Generation, Kopling Asyik Balikpapan, serta Duta Gempita.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, yang hadir sebagai narasumber mengapresiasi inisiatif tersebut. Dialog bersama perwakilan organisasi dan komunitas pemuda dalam diskusi kepemudaan berlangsung hangat.
Menurutnya, dialog antarkomunitas menjadi wadah positif untuk memperkuat hubungan pemuda dengan pemerintah, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, Bagus memaparkan sejumlah program pemerintah kota serta peluang yang dapat dimanfaatkan generasi muda, mulai dari akses pendidikan, pengembangan kewirausahaan hingga ruang untuk berdialog dan meningkatkan kapasitas diri.
Ia juga mengingatkan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab terhadap kemajuan bangsa dan daerah. Salah satunya melalui kepedulian terhadap lingkungan, baik di lingkungan tempat tinggal maupun institusi pendidikan masing-masing.
"Antusiasmenya cukup baik. Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap berbagai aktivitas yang selama ini dilakukan Pepelingasih dan komunitas pemuda lainnya," katanya.
Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Bagus berpesan agar generasi muda terus meningkatkan kemampuan, tidak mudah menyerah, serta memperluas sinergi untuk memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
"Belajar lebih gigih lagi, jangan mudah menyerah. Silakan bersinergi. Indonesia Emas 2045 ada di tangan kalian. Kesempatan untuk berkontribusi bagi bangsa dan Pemerintah Kota Balikpapan terbuka seluas-luasnya," pesannya.
Melalui forum tersebut, Pepelingasih berharap semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui gerakan kolaboratif yang berkelanjutan, terutama dalam bidang sosial dan pelestarian lingkungan. (Las)