
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menghadiri seminar teknologi dalam rangka Dies Natalis ke-18 Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Balikpapan, di Ballroom Universitas Balikpapan, Sabtu (31/10/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Balikpapan (Uniba) didorong tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang mendukung industri berkelanjutan. Penguasaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), teknologi listrik hingga teknologi ramah lingkungan menjadi bekal penting menghadapi tantangan industri masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat menghadiri seminar teknologi dalam rangka Dies Natalis ke-18 Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Balikpapan, di Balroom Universitas Balikpapan pada hari Sabtu (31/10/2026).
Bagus mengapresiasi penyelenggaraan seminar tersebut karena dinilai menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, sekaligus meningkatkan kapasitas menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Menurutnya, perubahan teknologi di era globalisasi menuntut mahasiswa untuk lebih terbuka terhadap berbagai inovasi dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan maupun dunia industri.
"Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton perkembangan teknologi, tetapi ikut terlibat aktif dan mampu mengimplementasikan teknologi yang ada di sekitar kita, mulai dari teknologi listrik, artificial intelligence, dan berbagai inovasi lainnya," ujarnya.
Selain penguasaan teknologi digital, Bagus juga menyoroti pentingnya penerapan teknologi hijau di sektor manufaktur. Menurutnya, industri masa depan harus mampu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Mahasiswa Teknik Mesin dinilai memiliki peran strategis dalam merancang mesin dan sistem produksi yang lebih efisien serta menghasilkan emisi karbon lebih rendah.
Ia menekankan, tantangan menuju target emisi nol karbon membutuhkan kontribusi generasi muda, termasuk melalui pengembangan teknologi ramah lingkungan dan penerapan konsep ekonomi sirkular.
"Keberlanjutan lingkungan adalah harga mati. Ini menjadi tantangan bagi mahasiswa Teknik Mesin untuk mampu menerapkan teknologi hijau, mendukung ekonomi sirkular, dan tetap menjaga kelestarian alam," tegasnya.
Bagus juga mengingatkan mahasiswa agar menjadikan momentum Dies Natalis ke-18 sebagai kesempatan memperkuat kapasitas diri. Selain menguasai teknologi, kemampuan memecahkan masalah atau problem solving juga harus terus diasah.
Ia berpesan agar mahasiswa tidak mudah menyerah, terus belajar, dan memiliki semangat untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.
"Terus belajar, jangan menyerah, tetap gigih dan berkontribusi untuk bangsa serta Kota Balikpapan. Kalian harus mampu menjadi generasi unggul yang memiliki daya saing. Di pundak generasi muda terletak harapan kemajuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," katanya.
Bagus berharap, melalui kegiatan akademik seperti seminar teknologi, mahasiswa semakin siap menghadapi transformasi industri dan mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara industri yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Rektor Universitas Balikpapan yang juga menjabat Deputi Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sekaligus Wakil Ketua Badan Kejuruan Mesin PII tingkat nasional, Isradi Zainal turut menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-18 Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Uniba.
Ia berharap momentum tersebut semakin memperkuat perkembangan program studi dan mahasiswa Teknik Mesin melalui dukungan serta sinergi berbagai pihak. (Las)