
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo bersama HMI Komisariat MIBA Cabang Balikpapan dalam kegiatan Ngulik Buku, Yuk.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mendorong mahasiswa untuk tidak hanya aktif menyuarakan perubahan, tetapi juga membekali diri dengan pengetahuan, kepedulian sosial, dan kemampuan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.
Pesan tersebut disampaikan Bagus saat mengapresiasi kegiatan Ngulik Buku, Yuk yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat MIBA Cabang Balikpapan di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan.
Menurut Bagus, mahasiswa memiliki peran penting sebagai kontrol sosial yang dapat memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah daerah. Namun, aspirasi yang disampaikan perlu didukung pemahaman terhadap persoalan agar dapat menghasilkan perubahan positif bagi masyarakat.
“Jangan berhenti berkarya, jangan berhenti bersuara. Tetapi kalau menyuarakan sesuatu, pelajari dulu konteks yang disampaikan,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).
Ia menilai, aktivitas organisasi dan ruang diskusi seperti bedah buku menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, berbicara di depan umum (public speaking), serta membangun jiwa kepemimpinan (leadership).
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa juga diharapkan semakin peka terhadap persoalan di lingkungan sekitarnya. Menurut Bagus, prestasi akademik perlu diimbangi dengan empati dan kepedulian sosial. “Prestasi akademik boleh, tetapi Anda harus punya empati terhadap apa yang ada di sekitar kita,” katanya.
Bagus menegaskan, pemerintah daerah membutuhkan keterlibatan mahasiswa dan organisasi kepemudaan untuk memberikan kritik serta masukan yang membangun.
Ia menyebut, mahasiswa tidak hanya dituntut menyampaikan aspirasi, tetapi juga perlu memastikan gagasan yang disampaikan berorientasi pada perbaikan.
Ia pun menyatakan dukungannya terhadap aktivitas organisasi mahasiswa, termasuk HMI, GMNI, PMII, dan GMKI, yang dinilai memiliki ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Kami tidak boleh sendiri. Kami berharap ada masukan yang konstruktif demi kebaikan dan kemajuan Kota Balikpapan, sehingga kesejahteraan masyarakat bisa terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Selain mendorong mahasiswa aktif menyampaikan aspirasi, Bagus menyoroti pentingnya memperkuat budaya literasi di Balikpapan.
Menurutnya, kebiasaan membaca perlu diikuti dengan kemampuan menulis agar pengetahuan dan pengalaman masyarakat dapat terdokumentasi.
Ia mendorong mahasiswa untuk mulai menulis berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar maupun perkembangan Kota Balikpapan. Dengan begitu, kegiatan literasi tidak berhenti pada membaca buku, tetapi berkembang menjadi produksi gagasan dan karya tulis.
“Kalau sudah masuk gemar membaca, nanti akan diturunkan dengan gemar menulis. Menulis apa yang ada di sekitar kita, menulis apa yang ada di kota kita, dan itu menjadi bekal,” tuturnya.
Bagus berharap kegiatan seperti Ngulik Buku, Yuk dapat terus dilaksanakan dan menjadi ruang bagi mahasiswa, untuk memperluas wawasan sekaligus mengembangkan kemampuan literasi.
Ia juga mengajak mahasiswa meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan lanjutan. Menurutnya, kesempatan memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang magister maupun doktoral, termasuk ke luar negeri, perlu dimanfaatkan dengan mempersiapkan kemampuan akademik dan komunikasi.
Bagus menilai, perkembangan teknologi juga membuka kesempatan belajar yang lebih luas. Mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai sumber pembelajaran digital untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan.
Ia berharap mahasiswa Balikpapan terus menghasilkan karya, mengembangkan budaya membaca dan menulis, serta berani menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.
Pemerintah Kota Balikpapan, lanjutnya, terbuka untuk mendukung kegiatan mahasiswa yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan kemajuan daerah.
Ketua HMI Kota Balikpapan, Ahmad Yoga Pratama mengatakan kegiatan ini memang perlu dilakukan oleh kader HMI khususnya di cabang Balikpapan. "Jadi ini merupakan salah satu contoh yang bagus dari komisariat Miba untuk komisariat lain yang ada di Balikpapan, bagaimana kader HMI sebetulnya memang harus haus akan ilmu. Kader HMI semestinya rajin membaca buku," ungkapnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya sekali kegiatan ini dilakukan tapi ini bisa menjadi agenda rutin komisariat Miba dan juga di komisariat Cabang Balikpapan. "Harapannya apapun yang bisa diambil baiknya di kegiatan ini semoga itu menjadi berkah bagi kita semua," ucapnya. (Las)