
Kasat Lantas Polres Kukar,AKP Ahmad Fandoli,Senin (26/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Polisi turun tangan menindaklanjuti aksi kebut-kebutan yang kerap terjadi di jalur poros Tenggarong-Samarinda, tepatnya di Kilometer 10, setelah warga setempat menunjukkan kekesalan mereka dengan melakukan penghadangan menggunakan kayu.
Aksi warga tersebut sebelumnya viral di media sosial.
Warga diduga kesal karena aksi balap liar yang kerap terjadi setiap akhir pekan karena membahayakan pengguna jalan.
Bahkan, insiden kecelakaan yang melibatkan warga di kawasan tersebut turut menambah kekhawatiran masyarakat.
Menanggapi kondisi ini Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan langkah pencegahan dengan memberikan edukasi kepada para fotografer yang kerap berada di lokasi untuk mengambil gambar maupun video para pembalap.
Kasat Lantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli mengatakan, pihaknya telah turun langsung bersama masyarakat pada Minggu (25/10/2026) untuk memberikan imbauan secara humanis.
Menurutnya, keberadaan fotografer di jalur tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang memicu anak-anak muda memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi demi mendapatkan hasil foto atau video yang menarik.
"Jadi, kami melakukan kegiatan preventif terlebih dahulu. Kami bersama masyarakat turun langsung untuk memberikan edukasi dan imbauan kepada para fotografer," ujar Fandoli kepada KutaiRaya.com, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, kebiasaan berkendara dengan kecepatan tinggi demi mendapatkan hasil dokumentasi yang menarik, namun berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Kondisi ini tidak hanya membahayakan pengendara, tetapi juga masyarakat yang melintas di jalur tersebut.
Ia membenarkan sebelumnya terdapat warga yang menjadi korban kecelakaan di sekitar jalur poros tersebut.
Maka itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah aksi kebut-kebutan agar tidak menimbulkan korban berikutnya.
"Kami mengajak masyarakat untuk melakukan langkah preventif, salah satunya dengan mengimbau para fotografer agar tidak lagi mengambil gambar di jalur poros Tenggarong-Samarinda karena hal itu berpotensi memicu anak-anak muda kebut-kebutan," tuturnya.
Sebagai alternatif, Satlantas Polres Kukar menyarankan agar aktivitas fotografi dialihkan ke kawasan Jalan Timbau.
Lokasi tersebut dinilai bisa menjadi pilihan untuk mengabadikan aktivitas komunitas anak muda yang berkumpul pada hari Minggu.
Dengan langkah tersebut, polisi berharap aktivitas anak muda dan komunitas otomotif tetap dapat berlangsung tanpa membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Satlantas Polres Kukar juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan bersama agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (*Zar)