
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar, Ridha Dermawan, Rabu (21/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mendorong peningkatan minat baca masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.
Salah satunya dengan menyosialisasikan aplikasi perpustakaan digital i-Kukar agar semakin banyak masyarakat dapat mengakses buku dengan mudah, kapan saja dan di mana saja.
Melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar, pemerintah berupaya memperluas pemanfaatan layanan perpustakaan digital tersebut, mulai dari lingkungan sekolah hingga masyarakat di desa dan kelurahan.
Kepala Diarpus Kukar, Ridha Dermawan mengatakan, jumlah anggota perpustakaan digital i Kukar terus mengalami peningkatan berkat sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
Dari yang sebelumnya sekitar 175 hingga 200 anggota, kini jumlahnya telah mencapai sekitar 1.200 anggota.
"Alhamdulillah, dengan sosialisasi yang terus-menerus kami lakukan, jumlah anggota sudah mencapai 1.200. Memang masih rendah dan perlu terus dikembangkan, tetapi ini menjadi tantangan bagi kami," ujar Ridha kepada KutaiRaya.com, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, peningkatan jumlah anggota perlu diiringi dengan pengembangan koleksi buku agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan bacaan.
Saat ini koleksi perpustakaan yang dikelola Diarpus Kukar tercatat sekitar 24 ribu judul buku dengan total kurang lebih 186 ribu eksemplar.
Jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan membaca masyarakat yang beragam.
Karena itu, Diarpus Kukar terus berupaya mengoptimalkan koleksi yang tersedia, sekaligus memperluas jangkauan layanan digital, meskipun di tengah kondisi efisiensi anggaran.
Ia menjelaskan, keberadaan perpustakaan digital memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk membaca tanpa harus datang langsung ke gedung perpustakaan.
Melalui layanan e book yang tersedia, masyarakat cukup menggunakan telepon genggam dan koneksi internet untuk mengakses buku digital.
"Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa membaca di mana saja, asalkan ada internet. Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa layanan perpustakaan digital ini tersedia dan dapat dimanfaatkan," ujarnya.
Pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan I Kukar di lingkungan pendidikan.
Sekolah dapat mengenalkan layanan tersebut kepada murid sebagai alternatif kegiatan membaca yang lebih mudah dijangkau.
Sehingga telepon genggam tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana belajar dan menambah pengetahuan.
Diarpus Kukar mencatat sosialisasi perpustakaan digital telah dilakukan di sekitar 40 hingga 50 sekolah.
Kegiatan tersebut akan terus diperluas agar semakin banyak pelajar mengenal dan memanfaatkan layanan membaca digital.
Ia menegaskan, sosialisasi ke sekolah menjadi salah satu fokus pengembangan karena pelajar merupakan kelompok yang perlu dibiasakan membaca sejak dini.
Selain sekolah, masyarakat di desa dan kelurahan juga menjadi sasaran agar layanan ini tidak hanya dimanfaatkan warga di wilayah perkotaan.
"Kami terus mengembangkan dan menyosialisasikan perpustakaan digital ini. Tantangannya bagaimana menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk sekolah-sekolah dan warga di desa maupun kelurahan," katanya.
Melalui pengembangan i Kukar, Pemkab Kukar berharap akses terhadap bahan bacaan semakin terbuka dan budaya literasi masyarakat terus tumbuh.
Upaya ini menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi untuk mendukung pendidikan serta menyediakan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pengetahuan.
Diarpus Kukar akan terus mengoptimalkan sosialisasi dan pemanfaatan koleksi yang tersedia agar layanan perpustakaan digital semakin dikenal dan digunakan masyarakat luas.
Dengan akses yang lebih mudah, dia berharap kegiatan membaca dapat menjadi kebiasaan sehari-hari bagi masyarakat Kukar. (Adv/Zar)