
Plt. Kepala Dispar Kukar Awang Agus Dharmawan.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pembentukan wadah komunikasi bersama bagi pelaku industri pariwisata guna memperkuat promosi daerah dan mengembangkan paket perjalanan wisata yang saling terhubung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan pengembangan pariwisata terpadu memerlukan kerja sama antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha. Sinergi tersebut dinilai penting agar potensi destinasi wisata dapat dipasarkan secara lebih luas dan memberikan manfaat bagi berbagai sektor.
Menurutnya, wadah komunikasi bersama dapat menjadi ruang koordinasi untuk menyusun strategi promosi sekaligus merancang paket perjalanan yang menghubungkan sejumlah destinasi wisata.
“Ini memang membutuhkan sinergi. Karena itu, kami juga ingin memperkuat wadah promosi pariwisata daerah,” ujar Awang Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut dapat melibatkan berbagai unsur industri pariwisata, mulai dari biro perjalanan, penyedia jasa katering, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), hingga pelaku usaha pendukung lainnya.
Keterlibatan berbagai pihak itu diharapkan dapat mempermudah koordinasi dalam merancang perjalanan wisata, termasuk menyesuaikan kebutuhan wisatawan dengan fasilitas dan layanan yang tersedia di setiap destinasi.
“Di dalamnya nanti bisa melibatkan berbagai pelaku usaha dan asosiasi pariwisata, seperti biro perjalanan, jasa katering, ASITA, PHRI, serta unsur terkait lainnya,” katanya.
Awang menilai, selama ini pengembangan destinasi wisata perlu didukung dengan penyusunan paket perjalanan yang terencana. Melalui komunikasi yang lebih terarah, pelaku usaha dapat bekerja sama menawarkan perjalanan yang mencakup beberapa objek wisata sekaligus, sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan.
“Kalau kita memiliki satu wadah komunikasi bersama, nantinya lebih mudah merumuskan paket-paket perjalanan wisata yang saling terhubung,” jelasnya.
Sementara itu, konsep kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada destinasi di Kukar. Dispar Kukar juga melihat peluang untuk memperluas jaringan paket wisata dengan menghubungkan sejumlah daerah di Kalimantan Timur.
“Bukan hanya di Kukar, tetapi juga antarkota dan kabupaten di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Melalui pola kerja sama tersebut, biro perjalanan dapat menyusun rute kunjungan, sedangkan sektor perhotelan, kuliner, katering, dan usaha pendukung lainnya berperan menyediakan kebutuhan wisatawan. Dengan demikian, aktivitas pariwisata berpeluang memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Selain memperluas promosi, wadah komunikasi bersama juga diharapkan menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk bertukar informasi mengenai potensi destinasi, peluang kemitraan, serta kebutuhan pasar wisata.
Awang menegaskan, pengembangan pariwisata terpadu tidak dapat berjalan optimal jika setiap pihak bergerak sendiri-sendiri. Karena itu, keterlibatan asosiasi dan pelaku industri diperlukan untuk membangun ekosistem pariwisata yang saling mendukung.
"Kita berharap paket wisata yang ditawarkan dapat menjangkau lebih banyak destinasi, memperluas pilihan bagi wisatawan, serta meningkatkan peluang usaha bagi pelaku industri pariwisata di Kukar dan Kalimantan Timur," pungkasnya. (Adv/Dri)