
Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Kreatif Dispar Kukar Zikri Umulda.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif, khususnya subsektor musik. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menyusun skema kurasi band lokal untuk membuka peluang bagi musisi daerah tampil di panggung nasional hingga internasional mulai 2027.
Program ini menjadi bagian dari upaya Dispar Kukar dalam memperluas ruang promosi bagi talenta musik lokal sekaligus meningkatkan nilai ekonomi karya kreatif. Melalui pembinaan dan penguatan jaringan industri, musisi Kukar diharapkan mampu bersaing serta menjangkau pasar yang lebih luas.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan Kukar memiliki banyak talenta musik yang berpotensi berkembang apabila didukung akses, pembinaan, dan kesempatan tampil yang memadai.
“Kami ingin mendorong agar teman-teman dari Kukar ini musiknya juga bisa dikenal sampai keluar. Harapannya seperti itu,” ujar Zikri, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, pengembangan subsektor musik tidak cukup hanya dengan menyediakan panggung pada kegiatan daerah. Diperlukan langkah yang lebih terarah agar band lokal dapat terhubung dengan penyelenggara festival dan pelaku industri musik di luar Kukar.
Karena itu, Dispar Kukar akan menyiapkan mekanisme kurasi untuk mengidentifikasi band-band lokal yang memiliki potensi dan kesiapan tampil di ajang yang lebih besar. Hasil kurasi tersebut diharapkan menjadi dasar dalam membuka peluang promosi dan memperluas jaringan bagi musisi terpilih.
Sejumlah festival musik nasional, seperti Pestapora dan Prambanan Jazz, menjadi gambaran peluang panggung yang ingin dijangkau. Kesempatan tampil dalam festival berskala besar diharapkan dapat memperkenalkan karya musisi Kukar kepada khalayak yang lebih luas sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan pelaku industri musik.
Untuk mendukung rencana tersebut, Dispar Kukar juga mulai menjajaki komunikasi dengan berbagai pihak yang memiliki pengalaman dan jaringan di industri musik, termasuk perwakilan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).
Zikri menjelaskan, penguatan jaringan itu turut menjadi bagian dari pengembangan program Tetiba. Program yang sebelumnya diarahkan untuk menghadirkan kegiatan di destinasi wisata luar daerah tersebut akan dikembangkan agar dapat menjangkau berbagai ajang musik berskala nasional maupun internasional.
“Kalau Tetiba sebelumnya konsepnya kita masuk ke destinasi wisata luar daerah, nanti Tetiba ini kami ubah konsepnya untuk masuk ke event-event nasional atau internasional yang memang kita bisa membuat jaringan ke sana,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Dispar Kukar akan memanfaatkan periode Oktober hingga Desember 2026 untuk memperluas komunikasi, memetakan peluang, dan menjajaki kerja sama dengan pihak-pihak yang berpotensi mendukung pengembangan musik daerah.
Langkah tersebut dilakukan secara bertahap mengingat akses menuju industri musik yang lebih luas membutuhkan proses, kesiapan musisi, serta jaringan yang kuat.
“Penjajakan nanti pelan-pelan, kami membuat jaringan. Pergerakannya memang di Oktober, November, Desember ini kami membuat jaringan seperti itu,” katanya.
"Kami menyadari bahwa subsektor musik memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menjangkau pasar yang dipengaruhi selera dan minat pendengar. Oleh karena itu, kurasi dan penguatan jejaring diharapkan dapat membantu musisi lokal menemukan peluang yang sesuai dengan karakter karya serta potensi masing-masing," ungkapnya.
Melalui program ini, Dispar Kukar berharap subsektor musik dapat tumbuh menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif daerah. Musisi lokal diharapkan tidak hanya memperoleh kesempatan tampil, tetapi juga mampu mengembangkan karya yang memiliki nilai ekonomi dan menjangkau pendengar di luar daerah.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Dispar Kukar untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dengan mendorong talenta lokal agar semakin dikenal, memiliki akses ke jaringan industri yang lebih luas, dan mampu membawa potensi musik Kukar ke panggung yang lebih besar. (Adv/Dri)