• Selasa, 20 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus Dharmawan. (Dok. Andri/kutairaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pengembangan pariwisata pesisir di Samboja Kuala, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat nelayan.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus Dharmawan, menegaskan bahwa kebersihan pantai dan kelestarian ekosistem laut merupakan faktor penting dalam menjaga daya tarik wisata pesisir. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan Pesta Laut Pesisir Nusantara 2026.

Menurut Awang Agus, Samboja Kuala memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari kekayaan hasil laut, kuliner khas, kehidupan masyarakat nelayan, hingga seni dan budaya lokal. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Pengembangan wisata pesisir harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Laut merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat, terutama nelayan, sehingga kebersihan pantai dan keberlanjutan ekosistemnya harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya, Senin (19/10/2026).

Ia menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan berskala besar seperti Pesta Laut Pesisir Nusantara harus diimbangi dengan pengelolaan sampah yang baik. Kesadaran menjaga kebersihan perlu dibangun sejak persiapan acara, selama kegiatan berlangsung, hingga setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

Awang Agus mengingatkan agar kegiatan promosi pariwisata tidak justru menimbulkan persoalan lingkungan akibat sampah yang ditinggalkan pengunjung.

“Jangan sampai kegiatan yang bertujuan memperkenalkan potensi wisata justru meninggalkan persoalan sampah. Karena itu, semua pihak perlu memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan membuang sampah pada tempatnya,” katanya.

Selain menjaga kebersihan, Dispar Kukar juga menilai peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian penting dalam pengembangan destinasi pesisir. Ketersediaan fasilitas yang memadai, informasi wisata yang jelas, serta perhatian terhadap keselamatan pengunjung perlu menjadi prioritas agar wisatawan memperoleh pengalaman yang nyaman.

Di sisi lain, pelestarian lingkungan pesisir juga berkaitan erat dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat. Laut yang terjaga dapat mendukung aktivitas perikanan sekaligus menjadi modal utama pengembangan pariwisata. Karena itu, pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara bertanggung jawab.

“Laut bukan hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga sumber penghidupan masyarakat. Kita harus menjaga agar potensi ini tetap bisa dimanfaatkan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang,” tuturnya.

Ia turut menyoroti pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai bagian dari lingkungan pesisir. Keberadaan mangrove memiliki peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai sehingga pelestariannya perlu berjalan beriringan dengan aktivitas pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Keterlibatan generasi muda juga dinilai penting untuk memperkuat upaya tersebut. Anak muda diharapkan berperan aktif dalam menjaga kebersihan pantai, melestarikan budaya lokal, serta mempromosikan potensi wisata Samboja Kuala melalui berbagai saluran secara bertanggung jawab.

“Generasi muda harus ikut mengambil bagian dalam menjaga lingkungan dan memperkenalkan potensi daerahnya. Pariwisata akan lebih berkembang jika masyarakat memiliki rasa tanggung jawab untuk merawat alam dan mempertahankan budaya yang menjadi identitas daerah,” ungkapnya.

Awang Agus berharap pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan kelurahan, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku budaya, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta dunia usaha dapat memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan pariwisata Samboja Kuala.

Ia menegaskan, keberhasilan Pesta Laut Pesisir Nusantara 2026 tidak semata-mata diukur dari kemeriahan acara maupun jumlah pengunjung. Dampak ekonomi bagi masyarakat dan terjaganya lingkungan pesisir juga menjadi indikator penting keberhasilan pengembangan wisata.

Melalui pengelolaan yang berkelanjutan, Samboja Kuala diharapkan mampu tumbuh sebagai destinasi wisata yang menawarkan kekayaan budaya, kuliner, dan kehidupan pesisir, sekaligus tetap menjaga kelestarian laut sebagai penopang kehidupan masyarakat setempat. (Adv/Dri)

Pasang Iklan
Top