
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Kamis (15/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui penyediaan sarana yang langsung menyentuh kebutuhan petani.
Salah satu programnya dengan pengadaan lantai jemur portabel untuk membantu petani mengeringkan hasil panen secara lebih mudah dan efisien.
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar dalam mendukung misi Kukar Idaman Terbaik, khususnya penguatan petani, peternak dan nelayan tangguh.
Pelaksanaannya dilakukan secara bersama-sama oleh sejumlah perangkat daerah sesuai dengan tugas dan program masing-masing.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Ananias mengatakan, lantai jemur portabel menjadi salah satu program dedikasi Bupati Kukar yang dikembangkan oleh pihaknya bersama program penguatan lumbung pangan.
Pemerintah menargetkan sebanyak 500 unit lantai jemur portabel dapat tersedia selama periode kepemimpinan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.
"Lantai jemur portabel ini kami targetkan selama periode Bapak Bupati ada 500 unit. Ini menjadi salah satu program dedikasi Bapak Bupati di Dinas Ketahanan Pangan," ujar Ananias kepada KutaiRaya.com, Kamis (15/10/2026).
Ia menjelaskan, konsep lantai jemur portabel dipilih karena memiliki keunggulan dibandingkan lantai jemur permanen.
Salah satunya adalah tidak membutuhkan lahan khusus yang bersifat tetap.
Kondisi tersebut dinilai penting karena tidak semua kelompok tani memiliki lahan yang mudah digunakan untuk membangun fasilitas permanen.
Dengan sistem portabel, fasilitas dapat ditempatkan di lokasi yang sesuai kebutuhan dan kemudian dipindahkan apabila diperlukan.
"Kalau lantai jemur permanen, masyarakat kadang sulit menghibahkan lahan untuk dibangun. Kalau portabel, bisa ditempatkan di ujung JUT atau di tanah dan bisa dipindah-pindah seperti tenda," tuturnya.
Menurutnya, lantai jemur tersebut dibuat dengan standar yang telah ditentukan dan dikembangkan dengan mengadopsi konsep tunnel garam yang digunakan di Jawa Timur.
Teknologi ini disesuaikan menjadi sarana pengeringan hasil pertanian di Kukar.
Meskipun memiliki fungsi yang cukup luas, saat ini Pemkab Kukar memprioritaskan pemanfaatan lantai jemur portabel untuk petani padi dan jagung.
Kedua komoditas tersebut menjadi perhatian karena padi masih menjadi salah satu sumber pangan utama masyarakat.
Dengan adanya fasilitas tersebut, pemerintah berharap petani memiliki sarana yang lebih memadai untuk menangani hasil panen, terutama pada proses pengeringan.
Pengelolaan hasil panen yang lebih baik juga diharapkan dapat mendukung kualitas dan ketahanan pangan daerah.
Ia menyebutkan, lantai jemur portabel sebenarnya dapat digunakan untuk berbagai komoditas lain, seperti ikan, rumput laut, kopi dan hasil pertanian lainnya.
Namun, penggunaannya saat ini masih difokuskan pada kebutuhan petani padi dan jagung.
Selain fleksibel, pengadaan lantai jemur portabel juga dinilai lebih efisien dari sisi biaya dibandingkan pembangunan lantai jemur permanen.
Hal ini menjadi pertimbangan pemerintah agar dukungan sarana pertanian dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.
Pemkab Kukar melalui Disketapang akan terus mengembangkan program tersebut secara bertahap.
Target 500 unit diharapkan dapat terpenuhi hingga akhir masa kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri. (Adv/Zar)