
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri tengah memberikan sambutan, Jumat (2/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan koperasi, peningkatan kualitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), hingga optimalisasi potensi kemitraan perkebunan sawit untuk membantu mengurangi angka kemiskinan.
Komitmen ini disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat memimpin kegiatan Safari Subuh ke-334 yang dilaksanakan di Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan diawali dengan salat Subuh berjamaah, dilanjutkan penyerahan bantuan sarana dan prasarana pengembangan usaha mikro kepada koordinator binaan Lapas Perempuan.
Pada kesempatan yang sama, ada dilakukan juga penandatanganan kerja sama antara Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Dana Peduli Umat Kukar sebagai langkah memperkuat pengelolaan masjid serta pemberdayaan umat.
Aulia mengatakan, Safari Subuh tidak hanya menjadi agenda ibadah bersama, tetapi juga wadah bagi pemerintah daerah untuk membangun kedekatan, mempererat komunikasi, sekaligus menyampaikan arahan terkait berbagai persoalan pembangunan.
Menurutnya, kegiatan yang telah berlangsung sebanyak 334 kali tersebut perlu dipertahankan konsistensinya karena menjadi ruang bagi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyamakan langkah dan memperkuat tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap seluruh kepala OPD, kepala bagian, hingga jajaran pemerintah daerah dapat terus mengikuti kegiatan tersebut agar berbagai kebijakan dan program pembangunan dapat berjalan lebih terarah.
"Melalui Safari Subuh ini, kita memberikan arahan dan penguatan, terutama berkaitan dengan isu-isu yang menjadi tanggung jawab masing-masing OPD," ujar Aulia kepada KutaiRaya.com.
Khusus di lingkungan Dinas Koperasi dan UKM, ia menekankan pentingnya memperkuat koperasi sebagai salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong UMKM di Kukar agar mampu berkembang dan naik kelas.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan usaha tidak cukup hanya dilihat dari bertambahnya jumlah pelaku UMKM, tetapi juga harus diikuti peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, serta kemampuan bersaing.
Pemkab Kukar juga menaruh perhatian terhadap optimalisasi pola kemitraan perkebunan kelapa sawit melalui program plasma.
Ia meminta agar masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya kelompok desil satu hingga tiga di sekitar wilayah operasional perusahaan, menjadi prioritas penerima manfaat.
Ia menilai penyaluran plasma yang tepat sasaran dapat membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat upaya pemerintah menekan angka kemiskinan.
"Ke depan, kita harus memastikan masyarakat desil satu sampai tiga di masing-masing wilayah operasional perusahaan sawit masuk sebagai penerima plasma," tuturnya.
Sementara itu, kerja sama DMI dengan Dana Peduli Umat Kukar diarahkan untuk memperkuat kemandirian masjid, termasuk meningkatkan kemampuan finansial serta mendukung kesejahteraan marbot.
Ia berharap masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga mampu menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. (Adv/Zar)