• Kamis, 01 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Waduk Panji Sukarame Tenggarong.(Foto: Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Menghidupkan kembali destinasi wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dinilai bukan hanya soal meningkatkan angka kunjungan, tetapi juga membuka kembali ruang ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor pariwisata.

Momentum World Tourism Day 2026 dimanfaatkan Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar untuk mendorong semangat tersebut melalui aksi bersih destinasi di Waduk Panji Sukarame, Tenggarong, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan yang melibatkan jajaran Dispar Kukar bersama masyarakat sekitar menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan wisata sekaligus membangun kembali aktivitas di destinasi yang sempat mengalami penurunan kunjungan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan keberadaan berbagai kegiatan di kawasan wisata dapat menjadi pemicu untuk kembali menarik perhatian masyarakat dan wisatawan.

“Alhamdulillah, kita menyambut baik kegiatan seperti ini. Harapannya, berbagai kegiatan di destinasi wisata bisa kembali menarik wisatawan untuk berkunjung,” ujar Awang Agus.

Menurutnya, ketika kunjungan wisata kembali tumbuh, manfaatnya tidak berhenti pada pengelola destinasi. Pergerakan wisatawan juga berpotensi menghidupkan berbagai usaha masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata.

Pelaku UMKM, penjual suvenir, hingga penyedia jasa transportasi wisata menjadi bagian dari mata rantai ekonomi yang ikut terdampak oleh naik turunnya aktivitas kunjungan.

“Kalau kunjungan kembali meningkat, kita berharap UMKM yang sebelumnya berjualan di sana bisa kembali aktif. Begitu juga penjual suvenir serta penyewaan mobil wisata, motor, dan sepeda listrik dapat kembali beroperasi seperti sebelumnya,” jelasnya.

Karena itu, Dispar Kukar tidak melihat kegiatan di destinasi semata sebagai agenda seremonial. Aktivitas yang melibatkan masyarakat di kawasan wisata diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali destinasi sekaligus menciptakan alasan bagi wisatawan untuk datang.

Pendekatan tersebut juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Dispar Kukar mendorong komunitas, pelaku usaha, maupun pihak lainnya untuk ikut menggelar kegiatan yang dapat memberikan aktivitas baru di destinasi wisata.

“Kami juga terbuka jika ada pihak yang ingin berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata, selama tujuannya sama, yakni menghidupkan kembali destinasi yang sempat sepi dan mengalami penurunan kunjungan,” katanya.

Bagi Dispar Kukar, keberlanjutan aktivitas menjadi salah satu kunci agar destinasi wisata tetap memiliki daya tarik. Semakin banyak kegiatan positif yang hadir, semakin besar pula peluang masyarakat untuk kembali beraktivitas dan mendapatkan manfaat ekonomi dari keberadaan wisatawan.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung di Waduk Panji Sukarame, tetapi dapat berkembang ke berbagai destinasi lainnya di Kukar.

Dengan demikian, peringatan World Tourism Day 2026 menjadi momentum untuk membangun kembali ekosistem pariwisata daerah, mulai dari lingkungan destinasi yang terjaga, aktivitas wisata yang tumbuh, hingga perputaran ekonomi masyarakat yang kembali bergerak. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top