• Kamis, 01 Oktober 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara



Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda.(Dok. Andri/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mendorong perubahan pola pemasaran produk ekonomi kreatif dari promosi konvensional menuju ekosistem digital melalui aplikasi KukarGo.

Digagas Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), KukarGo diposisikan sebagai katalog lokal digital yang menghimpun produk dan jasa pelaku ekonomi kreatif dalam satu platform.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan kehadiran KukarGo menjadi bagian dari tindak lanjut implementasi Permen Ekraf Nomor 9 Tahun 2025 tentang pengembangan katalog lokal.

Menurutnya, keberadaan katalog digital tersebut penting untuk membuat produk ekonomi kreatif Kukar lebih mudah ditemukan, dipromosikan, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

“Kami ingin semua produk ekonomi kreatif Kukar berada dalam satu platform yang mudah diakses dan dipasarkan,” ujar Zikri Senin (28/9/2026).

KukarGo tidak hanya diarahkan untuk menampilkan produk kuliner, kriya, dan wastra. Berbagai layanan dari subsektor ekonomi kreatif juga akan dihimpun sehingga platform tersebut dapat menjadi etalase digital bagi pelaku usaha di daerah.

Langkah ini sekaligus membuka peluang agar produk lokal tidak berhenti pada sisi promosi, tetapi dapat masuk ke kebutuhan pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui katalog lokal.

Dengan demikian, digitalisasi yang dibangun pemerintah daerah diharapkan mampu mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan calon konsumen sekaligus memperluas peluang transaksi.

Dispar Kukar akan memperluas sosialisasi KukarGo ke 20 kecamatan. Upaya tersebut dilakukan agar keberadaan platform tidak hanya diikuti pelaku usaha yang sudah aktif secara digital, tetapi juga menjangkau pelaku ekonomi kreatif di berbagai wilayah Kukar.

“Kami menargetkan pelaku ekonomi kreatif bisa naik kelas dan lebih sejahtera melalui peningkatan penjualan produknya,” kata Zikri.

Di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, pemerintah daerah tetap mendorong pengembangan katalog lokal sebagai salah satu instrumen promosi produk daerah.

Ke depan, Dispar Kukar juga berencana memperkenalkan KukarGo ke tingkat kementerian. Langkah tersebut diharapkan membuka peluang konektivitas dengan platform nasional sehingga produk unggulan Kukar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.

Sosialisasi awal KukarGo telah melibatkan 15 pelaku ekonomi kreatif dari subsektor seni pertunjukan, musik, kriya, dan wastra.

Cakupan tersebut akan terus dikembangkan mengikuti pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif. Termasuk subsektor baru seperti dubbing, modifikasi otomotif, hingga kecerdasan buatan (AI) yang kini masuk dalam regulasi ekonomi kreatif terbaru.

Melalui KukarGo, pemerintah daerah tidak sekadar membangun katalog produk, tetapi juga menyiapkan ruang digital yang diharapkan dapat mempertemukan kreativitas pelaku usaha lokal dengan pasar yang lebih luas. (Adv/Dri)



Pasang Iklan
Top