.jpg)
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, Senin (28/9/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Expo Erau 2026 di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, tidak hanya menghadirkan aneka kuliner dan pertunjukan budaya.
Tahun ini Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) turut menghadirkan expo pendidikan sebagai ruang belajar, sekaligus mengenalkan berbagai karya bahkan potensi pertanian dan peternakan modern kepada generasi muda.
Expo yang berlangsung pada 20-27 September 2026 tersebut menjadi salah satu pembeda dari pelaksanaan tahun sebelumnya.
Kehadiran expo pendidikan memperluas kegiatan Erau, tidak hanya sebagai ajang pelestarian budaya dan hiburan masyarakat, tetapi juga sarana edukasi bagi pelajar.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah mengatakan, peningkatan kunjungan masyarakat pada Erau tahun ini terlihat sangat menggembirakan.
Pengunjung tidak hanya memadati lokasi pada hari-hari tertentu, tetapi cenderung ramai hampir setiap hari selama kegiatan berlangsung.
"Alhamdulillah, tahun ini kalau kita melihat trennya, peningkatan kunjungan itu sangat luar biasa. Tidak hanya pada hari-hari tertentu, bahkan hampir merata di setiap hari Erau berlangsung," ujar Heriansyah kepada KutaiRaya.com, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi peluang untuk membangun ekosistem budaya yang memberikan manfaat lebih luas.
Pemkab Kukar berharap kegiatan budaya tidak hanya fokus pada pelestarian tradisi, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama pelaku UMKM.
Selama expo berlangsung, masyarakat dapat menikmati berbagai sajian kuliner serta pertunjukan yang turut memeriahkan rangkaian Erau.
Selain itu, kehadiran expo pendidikan memberikan warna baru dengan melibatkan satuan pendidikan untuk memperkenalkan kegiatan pembelajaran yang dekat dengan potensi daerah.
Ia menjelaskan expo pendidikan diikuti sekolah dasar hingga sekolah menengah.
Sejumlah sekolah menampilkan pembelajaran yang terintegrasi dengan kegiatan pertanian dan peternakan atau farming.
Melalui pendekatan tersebut, peserta didik dapat mengenal proses pertanian dan peternakan secara langsung, termasuk memperoleh pengalaman praktik di lokasi expo.
Pembelajaran ini diharapkan membuat murid lebih memahami potensi sektor pangan, sekaligus melihat peluang pengembangannya pada masa depan.
"Sekolah-sekolah ini diajarkan dengan pendekatan pertanian dan peternakan, sehingga anak-anak kita bisa belajar langsung dan praktik edukasi di sana," katanya.
Ia menilai pengenalan tersebut penting untuk menumbuhkan pandangan positif generasi muda terhadap profesi petani dan peternak.
Terlebih, perkembangan teknologi telah mendorong perubahan metode kerja di sektor pertanian, dari cara konvensional menuju sistem yang lebih modern.
Dengan pemanfaatan teknologi dan inovasi, sektor pertanian maupun peternakan dinilai memiliki peluang untuk terus berkembang dan menjadi bidang pekerjaan yang menjanjikan.
Maka itu, Pemkab Kukar melalui Disdikbud berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga memberi pengalaman nyata kepada peserta didik.
Expo pendidikan menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pembelajaran dengan potensi lokal yang dimiliki daerah. (Adv/Zar)