• Minggu, 01 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

DPRD Kutai Kartanegara



Foto bersama dari usai Rapat Paripurna Istimewa memperingati HUT Kota Tenggarong ke 244, Senin (28/9/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
‎
‎‎
‎TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Peringatan Hari Jadi ke-244 Kota Tenggarong ditandai dengan digelarnya Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (28/9/2026).
‎
‎Momentum tersebut menjadi refleksi perjalanan Tenggarong, sekaligus penegasan komitmen pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
‎
‎Rapat paripurna tersebut dihadiri Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, sejumlah mantan Bupati Kukar, jajaran DPRD Kukar, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai unsur terkait lainnya.
‎
‎Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani mengatakan, usia 244 tahun menunjukkan bahwa Kota Tenggarong bukan lagi kota yang muda.

Menurutnya, perjalanan panjang tersebut harus menjadi momentum untuk membawa Tenggarong semakin beradab, berbudaya, sejahtera, maju, dan mandiri.
‎
‎"Sudah sampai di 244 tahun Kota Tenggarong. Kita harap Kota Tenggarong betul-betul bisa maju, mandiri, berbudaya sesuai dengan target RPJMD kita," ujarnya.
‎
‎Ia mengatakan, semakin bertambahnya usia Tenggarong juga harus diikuti dengan kematangan dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
‎
‎Ia berharap Tenggarong dapat menjadi kota yang memberikan rasa nyaman dan kebahagiaan bagi masyarakat, sekaligus menjadi daerah yang mampu menginspirasi.
‎
‎Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan makna yang diangkat dalam rangkaian Erau dan Hari Jadi Tenggarong, yakni kebersamaan dan berbagi dalam membangun daerah.
‎
‎"Berbagi itu artinya beban-beban masyarakat, beban-beban kita semua, beban-beban pembangunan itu kita tanggung bersama. Itulah makna berbagi, Raja Menjamu Rakyatnya," tuturnya.
‎
‎Ia menegaskan pembangunan Kukar membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Pemerintah, DPRD, dan seluruh stakeholder diharapkan dapat menjalankan perannya masing-masing untuk mencapai kesejahteraan, kemandirian, serta pembangunan yang berkelanjutan dengan tetap berlandaskan budaya Kukar.
‎
‎Sementara itu, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menyampaikan Hari Jadi Kota Tenggarong dan Erau Adat Kutai merupakan dua momentum yang tidak dapat dipisahkan.

Rangkaian Erau ditutup dengan prosesi menurunkan Pinang Ayu, kemudian dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-244 Kota Tenggarong.
‎
‎Ia mengemukakan, tema yang diusung dalam Erau dan Hari Jadi Tenggarong tahun ini memiliki makna yang sama, Raja Menunggang Bersama Rakyat, Raja Menjamu Rakyatnya.
‎
‎Menurutnya, makna mendalam dari tema tersebut berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat.

Nilai keteladanan yang ditunjukkan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menjadi dorongan bagi pemerintah untuk semakin memahami posisi sebagai pelayan masyarakat.
‎
‎"Makna paling dalam adalah makna pelayanan. Bagaimana Sultan Kutai Kartanegara memberikan keteladanan kepada kami semua, para pelayan masyarakat. Pemerintah daerah Kabupaten Kukar beserta Forkopimda bagaimana kita harus bersikap terhadap masyarakat. Kita ini adalah pelayan masyarakat," ucapnya.
‎
‎Ia menegaskan peringatan Hari Jadi ke-244 Tenggarong tidak hanya menjadi seremoni tahunan.

Momentum tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah untuk menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
‎
‎Ia berharap ke depannya, layanan pemerintahan di Kukar semakin humanis dan adaptif.

Setiap proses pelayanan juga diupayakan semakin mudah sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari.
‎
‎"Harapan kita ke depan layanan pemerintahan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara itu lebih humanis lagi, lebih adaptif dengan kebutuhan masyarakat," tuturnya. (Adv/Zar)



Pasang Iklan
Top