
Kepala Disnakertrans Kukar, Dendy Irwan Fariza, Kamis (24/9/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menyiapkan konsep Green Job sebagai salah satu program pengembangan keterampilan masyarakat pada 2027.
Program ini diarahkan untuk memastikan bantuan pemerintah tidak berhenti sebagai sekadar bantuan, tetapi mampu berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan dan membuka peluang ekonomi baru.
Kepala Disnakertrans Kukar, Dendy Irwan Fariza mengatakan, Green Job nantinya menyasar pekerjaan dan usaha yang memiliki potensi untuk terus berkembang, khususnya pada sektor-sektor berbasis sumber daya dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, selama ini pelatihan yang diberikan tidak hanya menyasar sektor formal.
Disnakertrans juga telah menyentuh sektor informal, seperti penjamah makanan, konten kreator, desain grafis, pertanian, perkebunan dan lainnya.
Namun, mulai 2027 pihaknya ingin memperluas arah pelatihan dengan menggagas Green Job melalui kolaborasi bersama sejumlah perangkat daerah teknis.
"Nah, ini kita mulai menggeser. Nantinya 2027 kita akan menggagas Green Job, pekerjaan-pekerjaan yang memang terbarukan," kata Dendy kepada KutaiRaya.com, Kamis (24/9/2026).
Dalam pelaksanaannya, Disnakertrans akan berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perkebunan, Dinas Perikanan dan Kelautan, serta Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA).
Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat kelompok binaan yang sebelumnya telah menerima bantuan dari pemerintah.
Ia menilai bantuan akan lebih bermanfaat apabila penerima juga memiliki pengetahuan untuk mengelola dan mengembangkan bantuan tersebut.
Ia mencontohkan bantuan ternak kambing. Tanpa pengetahuan mengenai pengelolaan ternak, pakan dan pemanfaatan limbah, bantuan tersebut berisiko tidak berlanjut.
"Jangan sampai nanti bantuan-bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah hanya sekadar output, tidak berdampak. Di situ nanti kami akan hadir," ujarnya.
Maka itu, sasaran pelatihan Green Job akan ditentukan berdasarkan data dan rekomendasi dari dinas teknis serta KTNA.
Kelompok yang sudah mendapatkan atau akan mendapatkan bantuan menjadi sasaran utama agar pelatihan benar-benar tepat sasaran.
Hal serupa diterapkan pada sektor pertanian. Penerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), misalnya, akan dibekali kemampuan untuk menggunakan, merawat hingga memperbaiki peralatan tersebut.
"Misalnya mereka mendapatkan bantuan alsintan, tapi tidak punya ilmu untuk memperbaiki dan memelihara. Akhirnya digunakan 3 bulan, bulan keempat rusak. Jadi kita berikan ilmunya," ujarnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Disnakertrans akan menggandeng pihak purna jual, baik distributor maupun produsen alsintan, sebagai instruktur atau mitra pelatihan.
Ia menyebut program Green Job juga menjadi bagian dari strategi Pemkab Kukar menghadapi kondisi anggaran 2027.
Pembiayaan pelatihan tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga akan didorong melalui APBN dan CSR perusahaan.
Pemkab Kukar nantinya akan mendorong kelompok masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan atau ring satu agar dapat menjadi bagian dari pembinaan perusahaan.
Setelah memiliki keterampilan dan usaha yang berkelanjutan, mereka diharapkan mampu menjadi pemasok kebutuhan perusahaan maupun proyek strategis nasional.
"Misalnya ketika pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan itu maju dan sustainable, mereka bisa menjadi penyuplai untuk kebutuhan MBG, SPPG, telur, daging, ikan dan kebutuhan lainnya," tuturnya.
Ia menegaskan Green Job tersebut ditargetkan mulai berjalan sebagai pilot project pada 2027.
Kelompok binaan yang menjadi sasaran akan ditetapkan berdasarkan rekomendasi dinas teknis dan KTNA, sehingga program tidak hanya menghasilkan pelatihan, tetapi juga mendorong keberlanjutan usaha dan kemandirian ekonomi masyarakat Kukar. (Adv/Zar)