
Kabid Pengembangan Ekraf Dispar Kukar, Zikri Umulda.(Foto: Andri/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Pesisir atau Pesta Laut yang rencananya digelar di Kecamatan Samboja setelah rangkaian Erau Adat Kutai 2026.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan koordinasi bersama pihak terkait di Samboja terus dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan kegiatan berjalan dengan baik.
“Festival pesisir sendiri kami sedang berusaha berkoordinasi dengan teman-teman dari Samboja untuk pelaksanaannya. Kami sudah banyak rapat dan sering bertemu,” ujar Zikri Rabu (23/9/2026).
Ia menyebut, secara umum persiapan Festival Pesisir telah cukup matang. Saat ini, pihaknya masih melakukan pembahasan terkait penetapan waktu pelaksanaan.
Festival tersebut diperkirakan digelar pada Oktober 2026, tepatnya setelah rangkaian Erau selesai. Namun, tanggal pelaksanaan masih menunggu hasil koordinasi lebih lanjut dengan pihak penyelenggara.
“Kemungkinan di bulan Oktober, sekitar tanggal 20 ke atas. Persiapannya memang sudah matang, tinggal penjadwalan tanggalnya kapan,” jelasnya.
Selain menjadi bagian dari agenda pariwisata daerah, Festival Pesisir tahun ini juga diarahkan untuk mengangkat konsep yang memiliki nuansa masa lalu atau “jadul”. Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menggali dan mengembangkan kreativitas dengan mengangkat ciri khas daerah.
Zikri mengatakan, pendekatan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mendorong anak muda di kawasan pesisir agar semakin kreatif dalam mengemas potensi lokal.
“Konsep tahun ini lebih ke konsep-konsep jadul. Kami berusaha mengangkat apa ciri khasnya di sana, bagaimana anak mudanya dan bagaimana mengembangkan pola pikir kreatifnya. Tantangannya adalah mereka mau membawa hal-hal yang bersifat jadul,” tuturnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dispar Kukar Awang Agus Dharmawan menegaskan, pihaknya telah menyiapkan dukungan terhadap pelaksanaan Pesta Laut tersebut. Dukungan Dispar bahkan telah direncanakan dan dianggarkan sejak tahun sebelumnya.
Menurut Agus, kepastian tanggal pelaksanaan masih menunggu informasi dari pihak penyelenggara. Setelah jadwal ditetapkan, Dispar Kukar siap memberikan dukungan sesuai kapasitas dan kewenangannya.
“Dari Dispar sendiri ada sentuhan Dinas Pariwisata di Pesta Laut dan memang sudah kita rencanakan dan kita anggarkan sejak tahun kemarin. Cuma mungkin tanggal pasti pelaksanaannya kita menunggu informasi dari pihak penyelenggara,” kata Agus.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan juga dapat dilakukan melalui pola kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan maupun pihak swasta di sekitar lokasi kegiatan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap penyelenggaraan acara.
“Intinya dunia pariwisata siap untuk backup kegiatan. Mungkin dalam bentuk pendanaan, walaupun nanti pendanaan juga kolaborasi. Mereka juga mencari pendanaan ke perusahaan sekitar atau perusahaan perorangan yang mau membantu,” jelasnya.
Agus menambahkan, Pesta Laut merupakan agenda rutin yang telah masuk dalam kalender kegiatan pariwisata. Karena itu, Dispar Kukar berharap pelaksanaan tahun ini tidak hanya berjalan aman, tertib, dan lancar, tetapi juga mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan.
“Harapannya pertama memang terlaksana dengan tertib, aman dan lancar. Kedua, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan yang datang untuk menyaksikan ritual-ritual yang ada,” ungkapnya.
Melalui Festival Pesisir atau Pesta Laut, Pemkab Kukar melalui Dispar berupaya memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya dan tradisi masyarakat pesisir. Pengemasan kegiatan dengan sentuhan ekonomi kreatif diharapkan dapat membuka ruang partisipasi bagi generasi muda sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada wisatawan. (Adv/Dri)