• Kamis, 24 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wakil Walikota Samarinda, Saefuddin Zuhri saat menerima audisensi dari Mahasiswa FUAD UINSI Samarinda. Rabu (23/09) 2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, SE, MM, menyambut positif rencana pengembangan FUAD Fair 2026 yang digagas Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (DEMA FUAD) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda.

Dukungan ini disampaikan Saefuddin saat menerima audiensi DEMA FUAD UINSI Samarinda yang membahas persiapan pelaksanaan FUAD Fair 2026.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18-19 November 2026 mendatang.

FUAD Fair 2026 dirancang sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan, sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan akademik maupun nonakademik, serta membangun jejaring yang lebih luas.

Saefuddin menilai kegiatan yang digagas mahasiswa memiliki nilai strategis dalam mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga karakter dan prestasi.

“Kami menyambut baik kegiatan FUAD Fair ini. Pemerintah tentu memberikan apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa yang mampu membuat sebuah kegiatan berkembang dan memiliki dampak yang lebih luas,” ujar Saefuddin, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, perkembangan FUAD Fair selama 3 tahun terakhir menunjukkan adanya konsistensi mahasiswa dalam mengembangkan sebuah kegiatan.

Jika sebelumnya kegiatan berada pada lingkup Kota Samarinda, penyelenggara kemudian memperluas cakupan hingga tingkat Kalimantan Timur dan nasional.

Tahun ini, FUAD Fair diarahkan untuk memperluas jejaring hingga ke tingkat internasional.

Kerja sama dengan Malaysia telah terjalin, sementara Thailand dan Singapura menjadi negara yang ditargetkan dapat terlibat dalam pengembangan jejaring FUAD Fair ke depan.

“Kalau kegiatan mahasiswa bisa berkembang dari tingkat kota, kemudian ke tingkat provinsi dan nasional, lalu sekarang mulai mengarah ke internasional, tentu ini menjadi sebuah capaian yang positif bagi Samarinda,” katanya.

Saefuddin mengatakan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan berskala luas juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Samarinda sebagai kota yang memiliki potensi generasi muda dan lingkungan pendidikan yang aktif.

Ia berharap FUAD Fair tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi wadah yang mampu mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah dan negara.

“Kita ingin kreativitas dan prestasi mahasiswa terus diberikan ruang. Jangan sampai ide-ide dan kemampuan mereka berhenti hanya di lingkungan kampus, tetapi bisa tampil, berkompetisi, dan dikenal lebih luas,” ucapnya.

Selain menjadi ajang pengembangan potensi mahasiswa, Saefuddin melihat FUAD Fair dapat menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, sinergi ini penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan sumber daya manusia di Samarinda.

“Pemerintah kota terbuka terhadap kolaborasi dengan mahasiswa dan perguruan tinggi. Anak-anak muda ini adalah bagian penting dari pembangunan daerah, sehingga ruang untuk berdiskusi, berkreasi dan berprestasi harus terus kita buka,” tuturnya.

Ia juga berharap penyelenggaraan FUAD Fair 2026 dapat memberikan dampak positif bagi peserta maupun masyarakat.

Semakin luas jejaring yang dibangun, semakin besar pula peluang mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dan membangun kerja sama lintas daerah hingga lintas negara.

“Kami berharap FUAD Fair tahun ini bisa berjalan dengan baik, jejaringnya semakin luas, dan membawa nama Samarinda semakin dikenal melalui prestasi mahasiswa. Ini bukan hanya kegiatan mahasiswa, tetapi juga bagian dari upaya membangun generasi muda yang berilmu, berkarakter dan berprestasi,” ucap Saefuddin. (Abi)



Pasang Iklan
Top