• Kamis, 17 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Salah satu pengunjung tampak sedang memilih buku favoritnya.(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Upaya menumbuhkan kembali kebiasaan membaca di kalangan pelajar menjadi salah satu perhatian SMK Medika Samarinda. Melalui rangkaian Education Expo yang berlangsung di Samarinda Square, sekolah tersebut menggagas gerakan 1.000 siswa membaca buku dengan melibatkan pelajar serta membuka partisipasi bagi masyarakat umum.

Kegiatan yang berlangsung mulai 30 Agustus hingga 13 September 2026 itu merupakan hasil kolaborasi SMK Medika dengan sejumlah pihak, di antaranya Ramayana, Jakarta Intiland, pelaku UMKM Kota Samarinda dan Gramedia.

Kepala Sekolah SMK Medika Samarinda, Musmulyadi mengatakan, gerakan membaca tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pendidikan yang dirancang agar memberikan pengalaman berbeda kepada siswa di luar lingkungan sekolah.

Menurutnya, buku tetap memiliki posisi penting sebagai sumber ilmu pengetahuan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Karena itu, kebiasaan membaca perlu terus ditanamkan kepada generasi muda.

“Buku harus tetap menjadi salah satu sumber ilmu pengetahuan, termasuk untuk memahami perkembangan sains dan teknologi. Melalui kegiatan ini kami ingin melibatkan siswa dalam aktivitas yang tidak hanya berlangsung di sekolah,” ujarnya, Senin (31/8/2026) malam.

Ia menjelaskan, gerakan 1.000 siswa membaca buku dilaksanakan terpisah dari kegiatan keagamaan yang juga menjadi bagian dari rangkaian acara SMK Medika di Samarinda Square.

Sebelumnya, sekolah tersebut menggelar Medika Berselawat dan tabligh akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sejumlah agenda lain juga dipersiapkan selama kegiatan berlangsung.

Pelaksana kegiatan, Aldi mengatakan, gerakan membaca buku akan dilakukan secara bertahap selama rangkaian acara. Selain melibatkan siswa SMK Medika, kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat dan pelajar dari sekolah lain.

Menurutnya, gerakan itu diharapkan menjadi salah satu cara mendorong peningkatan literasi di kalangan generasi muda sekaligus mengingatkan kembali pentingnya buku sebagai sumber pengetahuan.

“Gerakan membaca ini terbuka untuk umum. Tujuannya agar literasi pendidikan anak-anak dan pelajar semakin meningkat. Kami ingin memulainya bersama SMK Medika, tetapi harapannya nanti sekolah lain juga dapat mengadakan kegiatan serupa,” ujarnya.

Aldi menambahkan, pemilihan ruang publik sebagai lokasi kegiatan juga dimaksudkan agar gerakan literasi dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Dengan demikian, aktivitas membaca tidak hanya identik dengan perpustakaan maupun lingkungan sekolah.

Selain gerakan 1.000 siswa membaca buku, rangkaian Education Expo turut diisi berbagai kegiatan pendidikan, kreativitas dan hiburan. Di antaranya lomba tari untuk tingkat sekolah dasar yang dijadwalkan pada 5 September dan fashion show pada 6 September.

Panitia juga menyiapkan sesi inspiring talk dengan menghadirkan sejumlah narasumber. Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal, tetapi juga keagamaan hingga kewirausahaan.

Musmulyadi mengatakan, sejumlah pihak direncanakan terlibat memberikan materi, mulai unsur Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga praktisi usaha.

Kehadiran berbagai narasumber tersebut diharapkan memberikan wawasan lebih luas kepada pelajar sekaligus melengkapi proses pembelajaran yang selama ini diperoleh di ruang kelas.

Melalui rangkaian kegiatan selama sekitar dua pekan tersebut, SMK Medika berharap gerakan membaca dapat berkembang menjadi kebiasaan yang terus dilakukan para pelajar.

Pihak sekolah juga berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada SMK Medika. Sekolah lain di Samarinda didorong ikut mengembangkan kegiatan literasi dengan konsep yang kreatif serta memanfaatkan berbagai ruang publik.

“Harapannya bukan hanya Medika yang mengadakan gerakan baca buku. Sekolah-sekolah lain juga bisa melakukan hal yang sama. Kita perlu kembali mengingat bahwa buku merupakan jendela ilmu pengetahuan,” kata Aldi. (*Yud)



Pasang Iklan
Top