• Kamis, 17 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Sekolah SMK Medika Samarinda, Musmulyadi dan Aldi pelaksana kegiatan, saat diminta keterangan.(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Pendidikan kejuruan dinilai perlu memberikan ruang lebih luas kepada siswa untuk mengenal dunia kerja dan kewirausahaan secara langsung. Tidak hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas, siswa juga perlu berhadapan dengan lingkungan usaha agar mampu membaca peluang sekaligus membangun keberanian untuk memulai bisnis.

Konsep tersebut diterapkan SMK Medika Samarinda melalui kegiatan di Samarinda Square yang berlangsung sejak 30 Agustus hingga 13 September 2026. Sekolah melibatkan siswa dalam berbagai aktivitas, termasuk memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan.

Kepala Sekolah SMK Medika Samarinda, Musmulyadi mengatakan, lulusan sekolah menengah kejuruan memiliki sejumlah pilihan setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, tujuan pendidikan SMK dapat digambarkan melalui konsep BMW, yakni bekerja, melanjutkan pendidikan dan wirausaha.

“SMK memiliki tiga sasaran yang ingin dicapai, yaitu BMW. B bagaimana lulusan bisa cepat bekerja, M adalah melanjutkan studi, sedangkan W adalah berwirausaha. Target-target inilah yang harus kita persiapkan sejak mereka masih menjadi siswa,” kata Musmulyadi, Selasa (1/9/2026).

Untuk mencapai sasaran tersebut, ia memperkenalkan konsep K3S yang terdiri atas tekad, nekat, kuat dan strategi.

Tekad, menurut Musmulyadi, menjadi modal awal bagi siswa karena berkaitan dengan keinginan dan niat untuk berkembang. Setelah memiliki tekad, siswa perlu mempunyai keberanian mengambil langkah selama peluang yang dipilih telah diperhitungkan dengan baik.

Sementara unsur kuat berkaitan dengan kemampuan untuk bersabar, menjaga semangat dan memiliki daya juang ketika menghadapi berbagai tantangan dalam merintis usaha.

Namun, tiga modal tersebut dinilai belum cukup tanpa strategi. Dirinya menekankan pentingnya kemampuan membaca peluang dan menentukan langkah agar keberanian dalam berwirausaha dapat menghasilkan sesuatu yang produktif.

“Setelah memiliki tekad, keberanian dan kekuatan untuk bertahan, harus ada strategi. Tanpa strategi, langkah yang diambil justru bisa keliru. Salah satu strateginya adalah berani memanfaatkan peluang seperti yang tersedia di Samarinda Square ini,” ujarnya.

Menurutnya, lingkungan pusat perbelanjaan memberikan pengalaman berbeda bagi siswa karena mereka dapat melihat secara langsung aktivitas ekonomi, karakter konsumen hingga cara pelaku usaha menjalankan bisnis.

Karena itu, pembelajaran kewirausahaan tidak seharusnya hanya berlangsung secara teoritis di lingkungan sekolah. Siswa perlu didorong keluar dari pola pembelajaran yang monoton dan berinteraksi dengan lingkungan usaha sebenarnya.

“Jangan hanya berada di lingkungan sekolah. Anak-anak harus berani keluar dari kotak dan berkembang dalam suasana yang memang memiliki lingkungan kewirausahaan,” katanya.

Dirinya menilai, Samarinda Square menjadi salah satu tempat yang potensial untuk memberikan pengalaman tersebut karena aktivitas pengunjung dan kegiatan ekonominya cukup tinggi.

Hubungan SMK Medika dengan pengelola kawasan tersebut, juga telah terbangun cukup lama. SMK Medika mulai melaksanakan kegiatan di kawasan pusat perbelanjaan tersebut sejak 2015.

Menurutnya, keberadaan Ramayana dan Jakarta Intiland memiliki peran dalam perjalanan berbagai kegiatan yang dikembangkan sekolah. Kerja sama tersebut kemudian terus diarahkan agar memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi siswa.

Pada kegiatan kali ini, SMK Medika juga menggandeng Gramedia dan pelaku UMKM Kota Samarinda. Kolaborasi itu tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan dan literasi, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa yang memiliki minat berwirausaha.

Ia berharap, pengalaman bertemu dan belajar langsung dari pelaku usaha dapat mengubah cara pandang siswa bahwa lulusan SMK tidak semata-mata dipersiapkan untuk mencari pekerjaan.

Mereka juga diharapkan mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri, bahkan pada akhirnya membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Bagi SMK Medika, pusat perbelanjaan tidak hanya menjadi tempat masyarakat berbelanja. Lingkungan tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar bagi siswa untuk mengenali dunia usaha secara nyata.

“Samarinda Square menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar, beraktivitas dan mengenal kewirausahaan. Harapannya, pengalaman ini menjadi bekal bagi mereka untuk berkembang dan mencapai kesuksesan,” pungkasnya. (*Yud)



Pasang Iklan
Top