• Kamis, 17 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Para siswa saat mengikuti agenda literasi digital, Senin (31/8/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Kemampuan memilah informasi di ruang digital hingga menyampaikan pesan melalui karya visual menjadi bekal penting bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Dua kemampuan tersebut diperkenalkan kepada pelajar dalam rangkaian Festival Literasi Kalimantan Timur 2026.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Workshop Keamanan Literasi Digital dan Workshop Photography yang diikuti pelajar SMKN 7 Samarinda di Aula Kantor Tower Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Senin (31/8/2026).

Mengangkat tema “Membangun Generasi Cerdas, Kreatif dan Berkarakter Melalui Budaya Literasi”, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim untuk memberikan pemahaman mengenai keamanan di ruang digital sekaligus pengembangan kreativitas melalui fotografi.

Dalam Workshop Keamanan Literasi Digital, Dafa Ezra Hafasyi mengingatkan pelajar bahwa kemajuan teknologi tidak hanya menawarkan berbagai kemudahan, tetapi juga membawa risiko yang harus diwaspadai.

Hal tersebut dinilai penting terutama bagi generasi muda yang memiliki intensitas tinggi dalam menggunakan internet maupun berbagai platform media sosial.

“Literasi digital tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi. Kita juga harus memahami bagaimana memanfaatkannya secara aman, bijaksana dan tetap bertanggung jawab,” kata Dafa.

Sejumlah risiko di dunia digital turut dibahas dalam workshop tersebut, mulai penipuan daring, phishing, pencurian identitas, pembajakan akun, malware, informasi bohong atau hoaks hingga perundungan siber (cyberbullying).

Dafa juga menekankan pentingnya menjaga data pribadi. Pelajar diminta lebih berhati-hati sebelum memberikan maupun mengunggah informasi sensitif melalui internet karena berpotensi disalahgunakan oleh pihak lain.

Selain keamanan data, kemampuan memverifikasi informasi menjadi bagian penting dalam kecakapan digital. Generasi muda diharapkan tidak mudah menerima informasi begitu saja, terlebih langsung menyebarkannya melalui media sosial.

“Kalau menerima informasi, jangan terburu-buru meneruskannya. Cek terlebih dahulu sumber dan kebenarannya agar kita tidak ikut menjadi mata rantai penyebaran hoaks,” pesannya.

Sementara itu, Workshop Photography bersama Primayudha Amrullah memberikan perspektif berbeda mengenai literasi. Fotografi diperkenalkan bukan sekadar aktivitas menghasilkan gambar menarik, melainkan juga sebagai medium komunikasi untuk menyampaikan informasi maupun cerita.

Pria yang akrab disapa Adding itu membagikan sejumlah teknik dasar fotografi kepada peserta. Materinya meliputi komposisi, pencahayaan, perspektif, pemilihan sudut pengambilan gambar hingga pemanfaatan kamera smartphone.

“Foto yang baik tidak hanya berbicara soal hasil gambar yang menarik. Hal terpenting adalah bagaimana gambar tersebut mampu membawa pesan dan menceritakan sesuatu kepada orang yang melihatnya,” ungkapnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi kamera pada telepon pintar memberikan kesempatan semakin luas bagi siapa pun untuk belajar fotografi. Pelajar pun tidak harus memiliki perangkat profesional atau kamera berharga mahal untuk mulai menghasilkan karya.

Pemahaman terhadap pencahayaan, komposisi dan sudut pengambilan gambar menjadi modal dasar yang dapat terus diasah. Dengan kemampuan tersebut, objek yang terlihat sederhana sekalipun dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai visual sekaligus informasi.

“Belajar fotografi tidak harus dimulai dengan kamera mahal. Smartphone yang ada di tangan kita sudah cukup untuk belajar memahami cahaya, menyusun komposisi dan menyampaikan cerita lewat sebuah gambar,” jelasnya.

Pelaksanaan dua workshop dalam Festival Literasi Kaltim 2026 tersebut sekaligus memperluas pemahaman mengenai literasi di kalangan pelajar. Literasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, beradaptasi dengan teknologi serta berkomunikasi melalui berbagai medium.

Literasi digital diharapkan membentuk generasi muda yang lebih kritis dan aman ketika beraktivitas di dunia maya. Sementara literasi visual melalui fotografi dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan secara positif.

Melalui Festival Literasi Kaltim 2026, pelajar diharapkan mampu berkembang dari sekadar pengguna teknologi menjadi generasi yang cakap menyaring informasi, bertanggung jawab di ruang digital dan kreatif menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat. (*Yud)



Pasang Iklan
Top