• Rabu, 26 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Rapat koordinasi tim terpadu penanggulangan dampak kekeringan serta pencegahan karhutla, Rabu (26/8/2026), (foto:Achmad Nizar/KutaiRaya).

TENGGARONG, KutaiRaya.com: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus meluas.

Hingga saat ini tercatat 67 kejadian dengan total lahan yang terbakar mencapai 915,68 hektare.

Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar.

Pemkab bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi tim terpadu penanggulangan dampak kekeringan serta pencegahan dan penanggulangan karhutla, Rabu (26/8/2026) di Diskominfo Kukar.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, rapat tersebut diikuti unsur Forkopimda, camat, kapolsek, danramil serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pertemuan ini membahas langkah penanganan karhutla, baik untuk kebutuhan mendesak maupun strategi jangka panjang.

"Alhamdulillah, beberapa kebijakan bisa kita ambil. Dalam jangka pendek, kita akan membuat pos terpadu mulai dari tingkat kelurahan dan desa, kemudian tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten," ujar Aulia kepada KutaiRaya.com.

Menurutnya, pos terpadu diperlukan agar koordinasi dan respons terhadap kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.

Pemkab juga akan memastikan kebutuhan petugas di lapangan, terutama logistik dan bahan bakar untuk mendukung operasional pemadaman.

"Kita sudah ambil kebijakan, kami didampingi teman-teman dari Kejari, untuk menambahkan pembiayaan logistik dan bahan bakar melalui satu pintu, melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah)," tuturnya.

Dukungan tersebut nantinya disalurkan kepada kecamatan yang membutuhkan.

Selain BPBD, unit pemadam kebakaran juga akan mendapat dukungan bahan bakar untuk menunjang penanganan di lapangan.

Ia mengatakan, Pemkab Kukar juga akan melibatkan badan usaha yang beroperasi di wilayah Kukar untuk memperkuat sumber daya pemadaman.

Menurutnya, perusahaan perkebunan maupun pertambangan umumnya memiliki peralatan pemadam yang dapat membantu ketika terjadi kebakaran.

"Kita sudah petakan juga sumber daya yang kita miliki, termasuk menghimpun sumber daya dari teman-teman badan usaha setempat," katanya.

Ia juga meminta masyarakat tidak mudah memberikan penilaian negatif terhadap petugas yang sedang memadamkan api.

Kerja keras petugas di lapangan perlu diapresiasi.
Bahkan Pemkab akan mempublikasikan kegiatan penanganan karhutla melalui media sosial sebagai bentuk penghargaan, sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala BPBD Kukar, Sunggono mengatakan, langkah antisipasi karhutla sebenarnya telah dilakukan pemerintah sebelum kemarau tiba.

Ia mengemukakan, peringatan terkait potensi cuaca ekstrem dan kemarau telah disampaikan sejak beberapa bulan lalu, termasuk saat kondisi El Nino mulai menjadi perhatian.

"Antisipasi dan mitigasi risikonya sudah kita laksanakan jauh hari sebelum adanya kejadian ini. Sekitar bulan Juni sudah kita sampaikan bahwa kita harus berhati-hati terhadap situasi ekstrem akibat El Nino," kata Sunggono.

Dari 20 kecamatan di Kukar, hanya 5 kecamatan yang sejauh ini tidak tercatat memiliki hotspot kebakaran hutan.

Namun, laporan kebakaran tetap dapat muncul di lapangan meskipun tidak selalu terdeteksi satelit sebagai titik panas.

Beberapa Kecamatan masih menjadi perhatian karena kebakaran berlangsung cukup lama.

Salah satunya dari Kecamatan Sanga-Sanga, khususnya Kelurahan Pendingin.
Selain itu, titik kebakaran juga terpantau di Muara Badak dan Samboja.

Ia mengatakan, pemerintah kecamatan juga diminta segera membentuk posko untuk mempercepat koordinasi penanganan.

Posko tersebut dapat ditempatkan di kantor camat maupun kantor desa.
Berdasarkan data yang dibahas dalam rapat, Sangasanga menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni mencapai 340 hektare.

Selanjutnya, Muara Kaman 130 hektare, Samboja 126 hektare, Muara Badak 107,25 hektare, dan Tabang 100 hektare.

Sementara dari sisi jumlah kejadian, Samboja menjadi kecamatan dengan kasus karhutla terbanyak, yakni mencapai 21 kejadian. (*zar)



Pasang Iklan
Top