• Rabu, 19 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pawai Pembangunan dan Budaya Kukar tahun 2025 dalam rangka memperingati HUT RI ke 80 , Minggu (24/8/2026).(Foto: Dok. KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) resmi membatalkan acara Pawai Pembangunan dan Budaya dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Hal ini disampaikan langsung Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono.

Keputusan ini diambil karena cuaca panas ekstrem yang dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan para peserta, terutama pelajar.

Pawai tersebut sebelumnya dijadwalkan pada Sabtu (22/8/2026) mulai pukul 07.00 WITA.

Dalam surat pembatalan tersebut, suhu udara pada siang hari mencapai 34 hingga 36 derajat Celsius.

Apalagi saat ini marak terjadi gangguan kesehatan, seperti heat stroke hingga infeksi saluran pernapasan (ISPA).

Sunggono mengatakan, keputusan ini murni didasarkan pada pertimbangan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

"Ya, karena banyak masukan dari para kepala sekolah dan guru-guru. Cuaca ekstrem seperti ini, takut anak-anak banyak yang mengalami ISPA, batuk, pilek dan pusing," ujar Sunggono kepada KutaiRaya.com, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, pemerintah tidak ingin kegiatan yang seharusnya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan justru menimbulkan persoalan kesehatan bagi peserta.

"Karena panas ekstrem begini, sampai banyak yang sakit gara-gara itu," katanya.

Ia menegaskan, keselamatan peserta menjadi pertimbangan utama, sehingga pembatalan pawai dinilai sebagai langkah yang paling tepat.

"Kita lebih mempertimbangkan keselamatan dan keamanan," tuturnya.

Dengan kondisi cuaca yang masih cukup panas, ia mengimbau kepada masyarakat Kukar agar lebih memperhatikan kesehatan.

Ia meminta warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak terlalu diperlukan dan tetap menjaga kondisi tubuh.

"Yang pasti diimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 3 Tenggarong, Sariyani mengatakan, pihak sekolah sebelumnya telah melakukan persiapan untuk mengikuti Pawai Pembangunan dan Budaya Kukar.

Namun, setelah menerima surat resmi dari Pemkab Kukar terkait pembatalan kegiatan, pihak sekolah memilih mengikuti kebijakan tersebut.

"Memang sebelumnya kita sudah melakukan persiapan untuk Pawai Pembangunan dan Budaya Kukar. Namun, sudah dikeluarkan surat resmi dari Pemkab bahwa pawai tersebut dibatalkan," ujarnya.

Menurutnya, keputusan tersebut dapat dipahami mengingat kondisi cuaca saat ini cukup panas dan ekstrem.

Kondisi ini dinilai dapat membahayakan kesehatan murid, apabila mereka tetap mengikuti pawai.

"Mengingat kondisi ekstrem saat ini, kami mengikuti kebijakan pemerintah. Memang benar, kondisi saat ini cukup panas dan ekstrem. Hal ini bisa mengkhawatirkan siswa-siswa yang mengikuti," ucapnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top