
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Irfan Taufik.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Balikpapan mulai menjangkau seluruh kecamatan. Namun, pemerataan penerima manfaat masih menjadi pekerjaan rumah, karena hingga kini cakupan program baru mendekati 50 persen.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Irfan Taufik mengatakan, sedikitnya 30 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi untuk mendukung penyaluran MBG kepada peserta didik. “Cakupan sekarang mungkin sudah hampir 50 persen. Ada sedikitnya 30 SPPG yang sudah beroperasi,” kata Irfan, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, meski secara wilayah layanan MBG telah tersedia di seluruh kecamatan, pelaksanaannya masih dilakukan secara parsial. Artinya, belum seluruh sekolah dan siswa di setiap wilayah mendapatkan program tersebut.
Kondisi itu, kata Irfan, bahkan mulai memunculkan pertanyaan dari siswa yang sekolahnya belum memperoleh makanan bergizi gratis. “Banyak anak-anak kita yang bertanya, kenapa sekolah kami belum dapat?” ujarnya.
Irfan menjelaskan, Disdikbud tidak memiliki kewenangan untuk menentukan satuan pendidikan yang menjadi penerima MBG. Penentuan tersebut berada pada pihak yang menjalankan program, sehingga pemerintah daerah lebih berperan dalam mendukung pelaksanaan, termasuk menyiapkan data peserta didik.
“Karena bukan kami yang menentukan, maka kami tidak bisa menyampaikan. Harapan kami bersama BGN bisa mempercepat itu, agar kemudian anak-anak kita bisa mendapatkan seluruhnya di Kota Balikpapan,” tuturnya.
Ia menilai percepatan perluasan penting dilakukan agar manfaat program tidak hanya dirasakan sebagian peserta didik. Pemerintah Kota Balikpapan pun terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung perluasan cakupan tersebut.
“Pendidikan adalah salah satu penerima manfaat dari Makan Bergizi Gratis. Kami sampai pada penyiapan data dan mendukung kegiatan-kegiatan Badan Gizi Nasional untuk memberikan makan bergizi gratis kepada anak-anak kita,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemkot Balikpapan tidak hanya mendorong perluasan cakupan, tetapi juga memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar. Disdikbud bersama perangkat daerah terkait melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala.
Dinas Kesehatan juga dilibatkan dalam proses tersebut, terutama untuk memastikan aspek keamanan dan standar makanan tetap diperhatikan. “Kami, Pemerintah Kota Balikpapan, selalu melakukan monev. Teman-teman dari Dinas Kesehatan juga terlibat. Jadi, standarnya saya kira sudah diperhatikan,” kata Irfan.
Langkah pengawasan tersebut menjadi perhatian karena pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah sempat menghadapi persoalan. Irfan berharap seluruh pihak yang terlibat di Balikpapan menjaga kualitas makanan sejak proses pengolahan hingga distribusi ke sekolah. “Harapan kita jangan sampai ada kejadian seperti itu,” pungkasnya.
Adanyabcakupan yang terus diperluas, Pemkot Balikpapan berharap MBG nantinya dapat dinikmati seluruh peserta didik tanpa terkecuali, sekaligus memastikan program berjalan aman dan sesuai standar gizi yang ditetapkan. (Las)