• Selasa, 11 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Atlet dari Kukar yang mendapatkan mendali di Indonesia Muaythai Championship, Sabtu (9/8/2026).(Foto: Arkan Camp)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Perjuangan mandiri atlet Muaythai Kalimantan Timur (Kaltim) di ajang Indonesia Muaythai Championship di Bekasi 4-9 Agustus 2026 akhirnya membuahkan hasil.

Dari 5 atlet yang diberangkatkan, 4 berhasil membawa pulang medali, yakni tiga emas dan satu perunggu.

Prestasi ini diraih atlet binaan Arkan Camp yang tetap tampil di tingkat nasional meskipun keberangkatan mereka dilakukan secara mandiri tanpa dukungan pemerintah daerah.

Pembina Arkan Sport Management, Rony Abdurrahman mengatakan, hasil tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan para atlet selama masa persiapan tidak sia-sia.

"Target kami tercapai. Tiga emas diperoleh dari M. Angkasa AB (U14 38 kg), Sandiego Nababan (U10 32 kg) dan Chalista Alfarida AB (U10 26 kg). Sementara satu perunggu diraih Baktisyah Buswar (U23 Waikru)," ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Sedangkan satu atlet lainnya, Al Riski, harus terhenti pada babak penyisihan pertama.

Menurutnya, hasil ini menjadi kebanggaan tersendiri karena para atlet harus menjalani persiapan sekitar sebulan, sebelum bertolak menuju lokasi pertandingan.

Bahkan, perjalanan menuju lokasi pertandingan membutuhkan waktu sekitar 2 hari.

Selama perjalanan dan mengikuti pertandingan, para atlet harus menginap di tempat sederhana dan menyesuaikan kebutuhan selama berada di luar daerah.

"Yang jelas perjuangan kami tidak sia-sia. Dari satu bulan masa persiapan hingga keberangkatan yang menempuh dua hari di jalan, serta menginap di kos dan makan seadanya. Saya bangga dengan anak-anak ini karena tidak pernah mengeluh," ujarnya.

Ia menilai keberhasilan ini tidak hanya ditentukan saat pertandingan, tetapi juga dari proses panjang yang dijalani para atlet selama masa latihan.

Menurutnya, para atlet layak mendapatkan hasil tersebut karena mampu menjalani seluruh proses dengan disiplin dan penuh kesungguhan.

"Saya bangga dengan anak-anak ini karena tidak pernah mengeluh. Mereka layak mendapatkan juara, karena juara itu didapat dari ikhlas menjalani prosesnya," katanya.

Ia menjelaskan, sejak awal dirinya memang fokus membina atlet-atlet usia dini dan junior.

Menurutnya, pembinaan sejak usia muda penting sebagai pondasi sebelum atlet memasuki kategori elite.

"Target saya memang membina atlet-atlet usia dini atau junior. Tidak mudah membina atlet beladiri untuk juara nasional di kelas elite," tuturnya.

Ia berharap pengalaman bertanding di kategori junior dapat menjadi bekal bagi para atlet untuk berkembang dan nantinya mampu bersaing di kategori elite.

"Oleh karena itu, pengalaman di kelas junior yang bisa membuat mereka menjadi juara di kategori elite nanti," katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan para atlet tidak lepas dari kerja keras seluruh tim selama proses persiapan hingga pertandingan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bunda Rita serta seluruh teman dan member Arkan Camp yang telah memberikan dukungan kepada para atlet selama mengikuti kejuaraan.

Sementara itu, Kabid Binpres Dispora Kukar, Rita Agustina mengapresiasi prestasi yang berhasil ditorehkan atlet Muaythai binaan Arkan Camp pada ajang Indonesia Muaythai Championship tersebut.

".Ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet usia dini dan junior harus terus dilakukan secara berkelanjutan," ujarnya.

Ia menambahkan, kejuaraan seperti ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi atlet.

"Mereka tidak hanya mengejar medali, tetapi juga mendapatkan pengalaman bertanding dan mental kompetisi yang nantinya menjadi bekal untuk jenjang yang lebih tinggi," ucapnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top