
Kebakaran lahan yang berada di pedalaman Desa Kedang Murung, Kota Bangun, Senin (10/8/2026) malam.(Foto: Dok. Relawan)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kebakaran lahan terjadi di kawasan pedalaman Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (10/8/2026).
Namun, sulitnya akses jalan membuat petugas pemadam kebakaran kerepotan menuju ke lokasi.
Kebakaran tersebut berada di kawasan yang cukup dekat dengan perbatasan Kecamatan Kenohan dan Kota Bangun.
Namun, lokasi kebakaran masih masuk wilayah Kecamatan Kota Bangun.
Koordinator Damkar Pos Sektor Kota Bangun, Abdi Ratama mengatakan, pihaknya menerima informasi kebakaran dari media sosial.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, petugas tidak dapat mengirimkan unit ke lokasi karena kondisi akses jalan menuju ke sana yang sangat sulit.
"Lokasinya bukan di Kecamatan Kenohan, tetapi masih di Kecamatan Kota Bangun, tepatnya di Desa Kedang Murung," ujar Abdi kepada KutaiRaya.com, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, lokasi kebakaran berada cukup jauh di dalam kawasan hutan sehingga kendaraan pemadam sulit untuk menjangkaunya.
"Damkar Pos Kota Bangun tidak mengirimkan personel ataupun unit ke sana karena kendala akses jalan yang cukup rumit dan sangat sulit. Untuk mengirimkan satu unit saja benar-benar susah," tuturnya.
Akhirnya penanganan dilakukan oleh relawan yang berada di sekitar lokasi.
Para relawan mulai melakukan pemadaman sejak sekitar pukul 05.00 WITA dan terus melakukan penanganan hingga malam hari.
"Karena akses jalan yang sulit, akhirnya relawan yang melakukan pemadaman," katanya.
Ia mengatakan, berdasarkan informasi terakhir yang diterima, api telah berhasil dipadamkan, sehingga tidak terlihat lagi asap maupun tanda-tanda kebakaran di lokasi.
Pihak Damkar belum mengetahui secara pasti luas lahan yang terdampak kebakaran.
Hal ini karena penanganan dilakukan oleh relawan dan petugas Damkar tidak dapat langsung menuju lokasi.
"Untuk luas lahan yang terbakar kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut," ujarnya.
Terkait penyebab kebakaran, ia juga belum dapat memastikan.
Ia mengatakan, pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum ada pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Ia menyebutkan salah satu kemungkinan yang biasa terjadi di kawasan hutan adalah aktivitas warga yang menggunakan api, namun hal tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran kali ini.
"Untuk dugaan sementara kami belum bisa menjelaskan karena takut ada perselisihan. Biasanya di hutan seperti itu ada orang yang memancing sambil membakar, tetapi untuk kejadian ini kami serahkan kepada pihak berwajib," tuturnya.
Sementara itu, Kapolsek Kota Bangun, AKP Asnan Rusmawan, membenarkan adanya informasi mengenai kebakaran tersebut.
Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, api saat ini telah padam.
Pihak kepolisian juga telah mengirimkan personel untuk melakukan pengecekan ke lokasi. (*Zar)