• Selasa, 11 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Potret sore hari Kota Samarinda, dalam beberapa hari belakangan. Senin (10/8/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan menguatnya fenomena El Nino yang berpotensi berlangsung bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif dalam beberapa bulan mendatang.

Prakirawan BMKG Samarinda, Fatuh Hidayatullah mengatakan, El Nino saat ini telah memasuki kategori kuat.

Kondisi ini ditandai dengan indeks Nino 3.4 yang berada di atas ambang batas kategori tersebut.

“El Nino ini telah berada pada kondisi aktif dan pada intensitas kuat dengan Indeks Nino 3,4 yang sudah mencapai angka 1,56, di mana batas threshold untuk kategori kuat adalah 1,5,” ujar Fatuh di Samarinda, Senin (10/8/2026).

Ia menjelaskan, angka tersebut menunjukkan bahwa anomali peningkatan suhu permukaan laut di kawasan Pasifik tengah dan timur sudah berada pada level yang cukup signifikan.

Kondisi El Nino kuat tersebut juga diperkirakan masih bertahan hingga setidaknya awal kuartal I 2027.

Menurut Fatuh, keberadaan El Nino dengan intensitas kuat perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan peluang terjadinya musim kemarau yang lebih panjang dan kering.

Ia menerangkan, pengaruh tersebut terutama berkaitan dengan berkurangnya pasokan uap air yang dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Ancaman kemarau kering juga berpotensi semakin besar, apabila fenomena IOD memasuki fase positif dalam periode yang sama.

“Untuk saat ini IOD masih berada pada fase netral. Namun diprediksi berubah menjadi IOD positif pada periode September hingga Desember,” tuturnya.

Fatuh mengemukakan, perubahan IOD tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena fenomena tersebut dapat memengaruhi pola cuaca di Indonesia melalui perubahan anomali suhu permukaan laut di Samudera Hindia.

Apabila El Nino kuat dan IOD positif berlangsung secara bersamaan, kondisi tersebut berpotensi memperpanjang periode kering di sejumlah wilayah Indonesia.

Menurut dia, kombinasi kedua fenomena tersebut dapat memperbesar risiko kekeringan karena turut memengaruhi distribusi curah hujan di wilayah Indonesia.

Untuk Kaltim, BMKG memperkirakan puncak musim kemarau berlangsung pada Agustus 2026.

Indikasi kondisi tersebut juga terlihat dari pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) di sejumlah wilayah.

Ia menyampaikan, hasil monitoring HTH menunjukkan beberapa kabupaten dan kota di Kaltim telah masuk kategori HTH menengah, terutama wilayah yang berada di bagian selatan provinsi.

Selain itu, kondisi kemarau juga diperkuat masuknya massa udara kering dari arah timur.

Massa udara tersebut membawa karakter udara relatif panas dan kemudian melintasi wilayah Kalimantan.

Meskipun demikian, hujan masih terjadi di sejumlah wilayah Kaltim dalam beberapa hari terakhir.

BMKG mengingatkan kondisi tersebut tidak serta-merta menandakan musim kemarau telah berakhir.

“Hujan yang terjadi beberapa hari terakhir lebih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, termasuk aktifnya gelombang Rossby dan Kelvin yang membawa tambahan uap air secara temporer,” kata Fatuh.

Ia menegaskan, keberadaan hujan tersebut bersifat sementara, sehingga masyarakat tidak disarankan menjadikannya sebagai indikator bahwa ancaman kondisi kering telah berlalu.

Maka itu, masyarakat diminta memanfaatkan curah hujan yang masih terjadi untuk memenuhi kebutuhan air, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi periode kering berikutnya.

“Kami mengimbau masyarakat tidak terlena dengan hujan yang terjadi saat ini. Kalau masih ada hujan, sebaiknya dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan air,” tuturnya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap berbagai dampak musim kemarau, mulai dari berkurangnya ketersediaan air hingga kondisi lingkungan yang semakin kering. (Abi)



Pasang Iklan
Top