• Selasa, 11 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala BPS Kota Balikpapan, Marinda Dama Prianto.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Balikpapan memasuki tahap akhir. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan mencatat pendataan di lapangan telah mencapai 73 persen dan ditargetkan rampung seluruhnya pada akhir Agustus 2026.

Kepala BPS Kota Balikpapan, Marinda Dama Prianto, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, termasuk jajaran hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

"Terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Balikpapan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kota Balikpapan," pada hari Senin (10/8/2026).

Hingga saat ini, sekitar 73 persen kondisi di lapangan telah berhasil dicakup dan menargetkan seluruh pendataan selesai pada akhir Agustus 2026.

Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh petugas di lapangan, tetapi juga partisipasi masyarakat, keluarga, pelaku usaha, hingga instansi yang menjadi sasaran pendataan.

BPS meminta responden menerima petugas sensus dan memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya. Data yang terkumpul akan menjadi bagian penting dalam menghasilkan statistik yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan.

Marinda memastikan informasi yang diberikan masyarakat tetap dijaga kerahasiaannya. Data responden, kata dia, digunakan untuk kepentingan statistik dan tidak dipublikasikan secara individual.

"Data tersebut hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan tidak akan dipublikasikan secara individu. Jawaban yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya," katanya.

Dalam prosesnya, BPS masih menemukan sejumlah kendala di lapangan, termasuk adanya sebagian kecil masyarakat yang menolak didata. Namun, berbagai hambatan tersebut sejauh ini dapat diatasi melalui dukungan pemerintah daerah dan sosialisasi kepada masyarakat.

Karena itu, BPS kembali mengingatkan warga agar tidak ragu menerima petugas sensus. Untuk memastikan keaslian petugas, masyarakat dapat memeriksa tanda pengenal dan surat tugas yang dibawa petugas, serta ciri khusus berupa rompi hitam bergaris oranye bertuliskan Petugas Sensus Ekonomi.

"Kami mohon masyarakat dapat menerima mereka dengan baik dan memberikan jawaban yang benar, bila petugas datang dengan identitas resmi tersebut. Sekali lagi, kami menjamin seluruh data yang diberikan tetap dirahasiakan," tegasnya.

Dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 juga ditegaskan Pemerintah Kota Balikpapan. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Masud, mengajak seluruh warga dan pelaku usaha berpartisipasi aktif dengan menyampaikan data yang jujur dan sesuai kondisi riil.

Pemkot, kata Rahmad, juga meminta perangkat daerah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan memberikan dukungan penuh agar proses pendataan berjalan lancar. Data yang berkualitas adalah fondasi penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah. "Seluruh perangkat daerah harus mengawal agar pendataan ini berjalan lancar," ujar Rahmad.

Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam sensus bukan sekadar memenuhi kebutuhan pendataan, tetapi menjadi bagian dari kontribusi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan daerah.

"Partisipasi aktif masyarakat dengan memberikan data yang benar dan sesuai kondisi riil akan menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan pembangunan Kota Balikpapan," katanya.

Dengan capaian 73 persen, BPS Balikpapan kini mengejar penyelesaian seluruh pendataan hingga akhir Agustus 2026. Dukungan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi kunci, agar data ekonomi yang dihasilkan benar-benar menggambarkan kondisi riil Kota Balikpapan. (Las)



Pasang Iklan
Top