
Anak-anak tingkat SD saat melakukan kunjungan ke Perpustakaan Balikpapan, pada hari Rabu (5/8/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berinovasi meningkatkan budaya membaca di kalangan anak-anak. Di tengah tingginya penggunaan gawai, pendekatan literasi kini diarahkan melalui platform digital, agar gadget tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media belajar.
Bunda PAUD Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas
"Harapannya, ketika anak membuka gadget, yang mereka lihat bukan hanya TikTok atau permainan, tetapi juga buku digital dan simulasi edukasi yang dapat meningkatkan minat membaca," ujar Nurlena, pada hari Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu strategi yang perlu dikembangkan agar kebiasaan membaca dapat tumbuh seiring perkembangan era digital.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, mengatakan penguatan literasi anak menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Program tersebut menyasar satuan pendidikan, keluarga, hingga masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dinas Perpustakaan telah meluncurkan program Alibaba (Anak Literasi Kebanggaan Balikpapan) untuk menanamkan budaya membaca sejak usia dini.
Selain itu, perpustakaan juga rutin menerima kunjungan wisata edukasi setiap hari. Ruang baca khusus anak dimanfaatkan oleh peserta didik PAUD, TK, dan SD, sementara setiap Jumat dijadwalkan untuk kunjungan siswa SMP.
"Kami juga menambah Pojok Baca Digital di sejumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) agar masyarakat semakin mudah mengakses bahan bacaan," kata Neny.
Ia mengungkapkan, capaian literasi masyarakat Balikpapan saat ini tergolong baik. Berdasarkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang diukur oleh Perpustakaan Nasional, nilai IPLM Kota Balikpapan pada 2025 mencapai 80.
"Alhamdulillah, nilai IPLM Balikpapan sudah mencapai 80. Ke depan kami berharap angka tersebut terus meningkat melalui berbagai inovasi dan program literasi," ujarnya.
Pemerintah Kota Balikpapan optimistis kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah, disertai pemanfaatan teknologi digital, dapat meningkatkan minat baca anak sekaligus membentuk budaya literasi yang lebih kuat di era digital. (Las)