• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Camat Sebulu (kiri) yang memantau atau menjenguk korba keracunan, Senin (3/8/2026), (foto:dok.Camat Sebulu).

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Puluhan murid dan seorang guru di Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), mendadak dilarikan ke puskesmas setelah mengalami keluhan mual, muntah, pusing hingga sakit kepala.

Mereka diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke sejumlah lembaga pendidikan di Kecamatan Sebulu, Senin (3/8/2026).

Hingga informasi terakhir, sekitar 30 orang dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan.

Dugaan sementara, keluhan ini muncul setelah mereka mengonsumsi menu makanan yang diduga berbahan pentol.

Camat Sebulu, Edy Fahruddin membenarkan adanya laporan sejumlah murid dan guru yang mengalami keracunan setelah menyantap makanan yang diterima dari program MBG.

Namun, ia mengatakan, pihaknya masih melakukan pengecekan untuk memastikan sekolah mana saja yang terdampak serta jumlah korban secara keseluruhan.

"Informasi awal ada di SD Negeri 003 Sebulu, tapi datanya masih kami kumpulkan. Kalau sudah lengkap nanti saya sampaikan," ujarnya kepada KutaiRaya.com, Senin (3/8/2026).

Ia mengemukakan, berdasarkan informasi sementara, jumlah warga sekolah yang mengalami keluhan sudah mencapai sekitar 30 orang dan sebagian telah mendapatkan penanganan di puskesmas.

Korban didominasi anak-anak, namun adapula guru yang ikut mengalami keluhan yang sama setelah mencicipi makanan, sebelum dibagikan kepada para murid.

"Iya, ada guru juga. Sebelum makanan dibagikan ke murid, guru tersebut sempat mencicipi terlebih dahulu. Setelah itu dia juga mengalami keluhan," tuturnya.

Dari keterangan awal yang diterima, makanan yang dikonsumsi diduga memiliki rasa dan aroma yang tidak seperti biasanya, dari salah satu menu yang diduga pentol.

"Informasi dari anak-anak, rasanya memang seperti masam. Yang kami dengar, pentolnya diduga sudah basi. Tapi ini masih informasi awal dan tentunya perlu pengecekan lebih lanjut," katanya.

Makanan tersebut diketahui didistribusikan kepada murid pada pagi hari.

Berdasarkan informasi yang diterima, makanan mulai diterima sekitar pukul 09.00 WITA.

Setelah mengalami keluhan, sejumlah anak langsung dibawa ke puskesmas.

Sebagian lainnya datang bersama orangtua masing-masing, setelah kondisi anak mulai mengalami gejala.

"Saat ini banyak yang berdatangan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan," ucapnya.

Adapun keluhan yang dirasakan para korban di antaranya mual, muntah, pusing dan sakit kepala.

Hingga kini, pihak kecamatan masih melakukan koordinasi dengan puskesmas serta pihak terkait untuk memastikan penyebab pasti munculnya keluhan tersebut.

PMII KUKAR DORONG EVALUASI

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kutai Kartanegara menaruh perhatian mendalam atas peristiwa gangguan kesehatan yang dialami warga pasca-konsumsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sebulu. Insiden yang berdampak pada siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), siswa SD Negeri 003 Sebulu, serta peserta kegiatan Posyandu di wilayah Sebulu Modern dan Sebulu Ulu ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh demi keselamatan bersama.

PC PMII Kutai Kartanegara mengapresiasi kesigapan tenaga medis dan pihak terkait dalam memberikan penanganan awal kepada para korban. Kendati demikian, mengingat program MBG merupakan agenda strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda dan masyarakat, aspek keamanan pangan tidak boleh terabaikan sedikit pun.

Sekretaris PC PMII Kutai Kartanegara, Akhmad Fikri Zakaria, menyampaikan bahwa dorongan perbaikan ini lahir dari rasa kepedulian agar program yang sangat baik ini tidak kehilangan marwah dan kepercayaan publik.

"Kami mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis karena niat mulianya untuk masyarakat. Namun, keselamatan peserta didik dan ibu-anak tetap harus menjadi prioritas di atas segalanya. Peristiwa ini tidak boleh dianggap angin lalu. Kami mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) Cabang Kalimantan Timur untuk segera melakukan evaluasi total terhadap Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG)," ujar Fikri.

Demi memastikan kualitas dan keamanan konsumsi di masa mendatang, PC PMII Kutai Kartanegara mendorong BGN Kaltim dan pihak berwenang untuk mengambil langkah-langkah solutif berikut, Audit Rantai Pasok: Melakukan evaluasi mendalam pada seluruh tahapan SPPG, mulai dari pemulihan bahan baku, proses pengolahan dapur umum, hingga prosedur distribusi ke lapangan.

Kemudian pPenerapan Standard Operating Procedure (SOP) Ketat: Jika ditemukan celah kelalaian prosedural, BGN diharapkan tidak ragu untuk menghentikan sementara operasional SPPG terkait guna pembenahan standar higienitas hingga benar-benar layak operasional.
Pengawasan Transparan dan Kolaboratif: Membuka ruang pengawasan publik secara terpadu dengan melibatkan pihak sekolah, orang tua, dan dinas kesehatan setempat agar mutu makanan terjaga secara konsisten.

PC PMII Kutai Kartanegara berharap tindak lanjut yang cepat, transparan, dan tegas dari BGN Kaltim dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat. Dengan perbaikan tata kelola yang matang, program MBG diharapkan dapat terus berjalan sesuai dengan tujuan luhurnya, yaitu menghadirkan asupan gizi yang sehat, aman, dan berkualitas bagi generasi penerus. (*zar)



Pasang Iklan
Top