• Jum'at, 31 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Potret kegiatan pengelolaan sampah di Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda. Kamis (30/7/2026).(Foto:Abi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus diperkuat di Kota Samarinda. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Samarinda turut berpartisipasi dalam kegiatan Sedekah Sampah yang digelar Kecamatan Sungai Pinang bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut mengajak masyarakat dan jajaran perangkat daerah untuk memilah serta menyetorkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Sampah yang terkumpul tidak hanya diarahkan untuk mengurangi volume limbah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bentuk kepedulian sosial melalui program sedekah.

Camat Sungai Pinang, Drs. Abdullah, M.Pd, mengatakan kegiatan Sedekah Sampah menjadi salah satu langkah untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.

Menurutnya, sampah yang selama ini dianggap tidak memiliki manfaat dapat memberikan nilai ekonomi apabila dipilah dan dikelola dengan baik.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat sampah bukan hanya sebagai barang yang harus dibuang, tetapi juga sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai dan dapat memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Abdullah.

Abdullah menjelaskan, keterlibatan berbagai perangkat daerah dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak dapat ditangani oleh satu instansi saja. Menurut dia, kolaborasi diperlukan agar gerakan pengelolaan sampah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Ia menilai, partisipasi Disperkim Kota Samarinda dan DLH menjadi bentuk dukungan nyata dalam memperkuat budaya peduli lingkungan di tingkat kecamatan.

“Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang terlibat. Kolaborasi seperti ini penting agar gerakan menjaga kebersihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Abdullah menerangkan, kegiatan Sedekah Sampah juga memiliki nilai sosial karena hasil pengelolaan sampah dapat disalurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, konsep tersebut menjadi sarana untuk menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan semangat berbagi kepada sesama.

“Harapannya, masyarakat semakin terbiasa memilah sampah dari rumah. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, sampah yang masih bernilai juga dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan untuk kegiatan sosial,” tuturnya.

Ia menambahkan, perubahan perilaku dalam mengelola sampah perlu dimulai dari lingkungan terkecil, terutama rumah tangga. Kesadaran untuk memisahkan sampah organik dan anorganik dinilai dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang tanpa melalui proses pemanfaatan.

Abdullah berharap, kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan dan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat, mulai dari RT, kelompok warga, sekolah hingga komunitas lingkungan.

“Jika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, gerakan kecil seperti ini dapat memberikan dampak besar bagi kebersihan dan kenyamanan lingkungan di Sungai Pinang,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Sungai Pinang, Rina, menyambut positif pelaksanaan kegiatan Sedekah Sampah. Menurutnya, program tersebut memberikan pemahaman baru bahwa sampah yang masih dapat didaur ulang memiliki manfaat apabila dikumpulkan secara teratur.

“Kegiatan ini membuat kami lebih sadar bahwa sampah seperti botol plastik, kardus, dan barang bekas lainnya tidak harus langsung dibuang. Kalau dipilah, ternyata masih bisa bernilai dan membantu orang lain,” ungkap Rina.

Rina mengatakan, kegiatan tersebut juga mendorong warga untuk mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah dari rumah. Ia menilai edukasi secara langsung menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

Menurutnya, warga membutuhkan kegiatan yang rutin agar kebiasaan memilah sampah dapat terus diterapkan dan tidak hanya dilakukan ketika ada program tertentu.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkala. Dengan begitu, masyarakat semakin terbiasa menjaga kebersihan dan memahami cara mengelola sampah dengan benar,” katanya.

Ia menilai, keterlibatan pemerintah kecamatan, perangkat daerah, dan masyarakat dapat memperkuat gerakan kebersihan di lingkungan permukiman.

Rina juga berharap fasilitas pendukung, seperti tempat pemilahan dan titik pengumpulan sampah bernilai ekonomi, dapat terus dikembangkan agar masyarakat lebih mudah berpartisipasi.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang dilakukan secara bersama-sama dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Kami sebagai warga siap mendukung. Yang penting, gerakan ini terus dijaga dan menjadi kebiasaan bersama agar lingkungan Sungai Pinang tetap bersih, sehat, dan nyaman,” pungkasnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top