• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kegiatan Mendongeng Bersama Bunda Literasi yang digelar di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan, Rabu (29/7/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Upaya membangun budaya literasi di Kota Balikpapan terus diperkuat sejak usia dini. Bunda Literasi Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Masud, mengajak anak-anak membiasakan membaca setiap hari, meski hanya dalam waktu singkat, karena diyakini mampu membentuk karakter sekaligus meningkatkan wawasan.

Ajakan tersebut disampaikan Nurlena saat kegiatan Mendongeng Bersama Bunda Literasi yang digelar di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini diikuti siswa kelas III dari SDN 001 Balikpapan Kota, SDN 022 Balikpapan Tengah, dan SD Latihan YBBSU Balikpapan.

Menurut Nurlena, budaya literasi tidak harus dimulai dari hal yang besar. Kebiasaan membaca selama satu hingga lima menit setiap hari dapat memberikan dampak signifikan apabila dilakukan secara konsisten.

"Hari ini kita bisa mempersamai anak-anak kelas III sekolah dasar. Kita mengajak anak-anak bagaimana mencintai literasi, karena dari membaca lima menit, bahkan satu menit, tetapi dilakukan secara kontinu, insyaallah akan menjadi kebiasaan yang luar biasa," ujarnya.

Ia menilai kegiatan mendongeng menjadi salah satu cara efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap buku sejak dini. Melalui cerita yang menarik, anak-anak diajak memahami bahwa membaca bukan sekadar kegiatan belajar, tetapi juga sarana mengembangkan imajinasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir.

Nurlena juga berharap Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan terus menghadirkan berbagai inovasi dan memperkuat kolaborasi dengan sekolah, keluarga, serta masyarakat dalam meningkatkan minat baca.

"Saya mengajak bagaimana berkolaborasi, memberikan edukasi dan inovasi agar anak-anak Kota Balikpapan mencintai literasi sehingga tercipta Kota Literasi. Harapan saya, sejak usia dini anak-anak sudah mengenal dan mencintai literasi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, menjelaskan bahwa program literasi keluarga dirancang untuk menjangkau anak usia 0 hingga 18 tahun sesuai amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Setiap kelompok usia mendapat metode pembelajaran yang disesuaikan agar pesan literasi lebih mudah diterima.

"Untuk saat ini kami menyasar siswa sekolah dasar melalui program dongeng keliling. Selanjutnya akan dilanjutkan kepada siswa SMA melalui kegiatan literasi musik. Setiap segmen pendidikan memiliki pendekatan yang berbeda dalam memberikan edukasi literasi," ujarnya.

Melalui pendekatan yang disesuaikan dengan usia peserta, Pemerintah Kota Balikpapan berharap budaya membaca semakin mengakar di tengah masyarakat. Kebiasaan tersebut diharapkan menjadi fondasi lahirnya generasi yang cerdas, kreatif, serta memiliki daya saing tinggi, sekaligus memperkuat visi Balikpapan sebagai Kota Literasi. (Las)



Pasang Iklan
Top