
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat meninjau pembangunan saluran irigasi di kawasan pertanian Gunung Binjai, Selasa (28/7/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai menyiapkan kawasan pertanian Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, sebagai salah satu lumbung pangan daerah. Langkah itu diwujudkan melalui pembangunan jaringan irigasi yang diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam petani dari dua kali menjadi tiga kali panen dalam setahun.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat meninjau pembangunan saluran irigasi di kawasan pertanian Gunung Binjai, Selasa (28/7/2026).
Menurut Bagus, pembangunan infrastruktur pertanian menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan. Selain membangun saluran irigasi, Pemkot juga menyiapkan jalan usaha tani, guna mempermudah distribusi sarana produksi hingga hasil panen.
"Dibangun sepanjang 750 meter irigasi yang terbagi dalam empat titik dengan lebar sekitar 1,2 meter. Menggunakan konstruksi beton sehingga kebutuhan air untuk sawah dapat terpenuhi dengan lebih baik," ujarnya.
Ia menjelaskan, saluran tersebut memanfaatkan aliran dari dua sungai, salah satunya Sungai Selo Api. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, debit air masih cukup baik meski memasuki musim peralihan antara kemarau dan penghujan.
Ketersediaan air yang stabil dinilai menjadi faktor utama untuk meningkatkan produktivitas pertanian. "Kalau sebelumnya petani rata-rata hanya bisa panen dua kali karena keterbatasan air, sekarang peluangnya bisa sampai tiga kali dalam setahun. Ini akan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketersediaan pangan agar Balikpapan tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah," kata Bagus.
Ia menambahkan, jaringan irigasi yang dibangun saat ini baru mencakup sebagian kawasan. Ke depan, pemerintah akan memperluas jaringan tersebut hingga mampu mengairi seluruh areal persawahan seluas sekitar 42 hektare.
"Ini baru tahap awal. Nanti seluruh lahan pertanian seluas 42 hektare harus mendapatkan layanan irigasi agar manfaatnya bisa dirasakan seluruh petani," tegasnya.
Pembangunan saluran irigasi tersebut menggunakan anggaran APBD Kota Balikpapan sebesar Rp4,8 miliar dan ditargetkan rampung pada Desember 2026. Hingga akhir Juli, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 26 persen, jauh melampaui target awal yang hanya enam persen.
Selain mendukung pengairan sawah, infrastruktur itu juga akan mempermudah petani mengangkut bibit, benih, serta mendistribusikan hasil panen ke Bulog sebagai bagian dari upaya mendukung program Asta Cita Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ketua Kelompok Tani Gunung Binjai, Romadhon, mengatakan pembangunan irigasi menjadi solusi atas persoalan kekurangan air yang selama bertahun-tahun membatasi produktivitas pertanian.
"Alhamdulillah sekarang air sudah cukup. Dulu kami hanya bisa menanam satu kali dalam setahun karena kesulitan air. Sekarang sudah dua kali dan kami menargetkan bisa tiga kali tanam dalam setahun," ujarnya.
Ia mengungkapkan, pola tanam yang direncanakan adalah dua kali padi dan satu kali jagung setiap tahun. Selain meningkatkan hasil produksi, pola tersebut diyakini mampu mengurangi serangan hama yang selama ini menjadi tantangan petani.
Meski demikian, Romadhon berharap pemerintah segera menuntaskan saluran pembuangan yang masih tersumbat agar kawasan persawahan tidak lagi tergenang saat hujan. Ia juga meminta dua cekdam yang mengalami kebocoran segera diperbaiki agar distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih optimal.
Produktivitas sawah di Gunung Binjai saat ini mencapai rata-rata 4,5 ton gabah per hektare. Dengan luas lahan sekitar 40 hektare yang telah dikelola, peningkatan sistem irigasi diharapkan mampu mendongkrak produksi sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu sentra pangan strategis di Kota Balikpapan. (Las)