• Jum'at, 10 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, Kamis (9/7/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Program pemberian seragam sekolah gratis tetap berlanjut di tahun 2026.

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), bantuan tidak hanya berupa seragam, tetapi juga perlengkapan sekolah lengkap bagi murid baru jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Kukar Idaman Terbaik untuk meringankan beban biaya pendidikan masyarakat, sekaligus memastikan seluruh anak usia sekolah dapat memperoleh hak pendidikan dengan layak.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah menjelaskan, mekanisme penyaluran seragam gratis tetap menggunakan Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten (BOSKab) melalui program BOS seragam.

Anggaran akan disalurkan lebih dulu kepada sekolah, kemudian sekolah mendistribusikan seragam kepada murid melalui koperasi sekolah masing-masing.

"Program seragam gratis ini dilaksanakan melalui BOSKab atau BOS seragam," ujarnya kepada KutaiRaya.com, Kamis (9/7/2026), di Pendopo Bupati Kukar.

Ia menegaskan kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan bantuan tersebut benar-benar diterima murid sesuai ketentuan.

"Kami berharap penyalurannya tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat jumlah sesuai alokasi anggaran yang sudah ditetapkan," katanya.

Sosialisasi mengenai mekanisme penyaluran telah dilakukan kepada sekolah-sekolah.

Program yang telah berjalan sejak tahun lalu itu akan terus dievaluasi agar pelaksanaannya semakin baik.

"Tinggal kita evaluasi apa saja kelemahannya supaya pelaksanaannya tahun ini lebih optimal," tuturnya.

Sementara itu Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menambahkan, pemerintah daerah tidak hanya memberikan seragam sekolah, tetapi juga perlengkapan sekolah secara lengkap bagi peserta didik baru.

Perlengkapan yang diberikan, meliputi topi, baju, celana atau rok, kaos kaki, sepatu, hingga tas sekolah bagi murid baru tingkat SD dan SMP.

"Ini merupakan bagian dari komitmen Kukar Idaman Terbaik," ujarnya.

Saat ini pemerintah daerah tengah menyelesaikan proses pendataan jumlah peserta didik baru di setiap sekolah.

Setelah data penerimaan murid selesai dan dinyatakan final, pembiayaan akan segera disalurkan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.

"Kami hampir menyelesaikan proses pendataan penerimaan siswa baru," tuturnya.

Ia menambahkan apa yang disalurkan kepada masyarakat ini adalah hasil dari pajak yang dibayarkan masyarakat kepada pemerintah.

Aulia mengingatkan kalau ada oknum yang melakukan tindakan yang tidak sesuai aturan, tentu harus kita tindak.

Karea itu akan mencoreng nama baik Pemkab Kukar dan mencederai komitmen yang sudah dibangun bersama masyarakat.

Kepada seluruh kepala sekolah, ia meminta agar proses penyaluran bantuan dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah disusun bersama Disdikbud Kukar.

Apabila menemui kendala di lapangan, sekolah diminta segera berkoordinasi dengan dinas terkait agar penyaluran tidak terlambat.

"Yang kita inginkan, orangtua tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli perlengkapan sekolah anak-anaknya," ujarnya.

Ia mengemukakan, tidak boleh ada anak di Kukar yang tidak bisa bersekolah hanya karena tidak memiliki seragam atau perlengkapan sekolah.

Pihaknya memastikan seluruh anak di Kukar dapat bersekolah dengan layak, nyaman, dan mendapatkan pelayanan pendidikan yang baik. (*Zar)



Pasang Iklan
Top