
Ketua Harian Forum Ekraf Balikpapan, Krishna Galih, Selasa (7/7/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Balikpapan mendorong lahirnya lebih banyak pelaku industri kreatif, dengan mengubah cara pandang generasi muda terhadap kreativitas. Hobi dan aktivitas yang selama ini hanya menjadi sarana berekspresi dinilai memiliki peluang besar, untuk berkembang menjadi profesi yang menghasilkan nilai ekonomi.
Ketua Harian Forum Ekraf Balikpapan, Krishna Galih, mengatakan tantangan pengembangan ekonomi kreatif saat ini bukan lagi mencari ide baru, melainkan membangun ekosistem yang mampu menghubungkan kreativitas dengan peluang usaha.
"Anak-anak muda harus melihat bahwa kreativitas bukan hanya hobi. Kalau dikelola dengan baik, didukung ekosistem dan kolaborasi, kreativitas bisa menjadi profesi sekaligus sumber penghasilan," ujarnya pada hari Selasa (7/7/2026).
Menurut Krishna, perkembangan teknologi telah mengubah banyak aktivitas kreatif menjadi industri yang memiliki nilai ekonomi. Salah satu contohnya adalah e-sports yang kini masuk sebagai subsektor ekonomi kreatif.
Forum Ekraf ingin memperkenalkan kepada generasi muda bahwa berbagai bidang kreatif memiliki prospek karier dan peluang bisnis apabila dikelola secara profesional.
Ia menilai Balikpapan sebenarnya memiliki banyak talenta kreatif yang tersebar di berbagai komunitas. Dari hasil diskusi dengan pelaku pada hampir 17 subsektor ekonomi kreatif, potensi tersebut dinilai sudah berkembang. Namun, yang masih perlu diperkuat adalah ekosistem yang mampu mempertemukan komunitas, dunia usaha, pemerintah, hingga investor.
"Pelaku kreatifnya sudah banyak, komunitasnya juga ada. Sekarang tugas kita adalah membangun ekosistem supaya kreativitas itu benar-benar menjadi kekuatan ekonomi," katanya.
Krishna menjelaskan Forum Ekraf berperan sebagai wadah yang menjembatani berbagai gagasan dari komunitas kreatif kepada pemerintah daerah. Hasil diskusi kemudian disampaikan kepada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disporapar) maupun Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian sebagai bahan penyusunan program pengembangan ekonomi kreatif.
Menurutnya, Balikpapan memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif di Kalimantan Timur. Meski pengembangannya dimulai lebih belakangan dibanding sejumlah kota di Pulau Jawa, hal itu justru membuka ruang untuk menghadirkan inovasi dan konsep-konsep baru.
"Kita tidak tertinggal. Mungkin daerah lain lebih dulu berkembang, tetapi Balikpapan punya peluang menjadi pelopor dengan ide-ide baru yang lahir dari anak-anak mudanya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan ekonomi kreatif kini menjadi salah satu sektor yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, kreativitas generasi muda harus didukung melalui penguatan sumber daya manusia, penyediaan ruang publik yang produktif, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan akademisi.
"Ekonomi kreatif bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga membuka lapangan kerja, melahirkan wirausaha baru, dan memperkuat daya saing Kota Balikpapan," kata Ratih.
Melalui penguatan ekosistem tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap semakin banyak anak muda yang mampu mengembangkan kreativitasnya menjadi usaha yang berkelanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (Las)