
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, Selasa (23/6/2026). (Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRay.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama DPRD mulai menyusun proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2027. Dalam rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), terungkap target APBD tahun depan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp3,3 triliun atau naik Rp100 miliar dibandingkan APBD 2026.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, mengatakan kenaikan tersebut didasarkan pada asumsi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp100 miliar, sementara dana transfer dari pemerintah pusat diperkirakan masih berada pada level yang sama seperti tahun sebelumnya.
“Dalam pemaparan TAPD, asumsi APBD tahun 2027 naik dari sekitar Rp3,2 triliun menjadi Rp3,3 triliun. Kenaikan itu berasal dari target PAD yang ditingkatkan sekitar Rp100 miliar,” ujar Budiono, pada hari Selasa, 23 Juni 2026.
Menurutnya, target tersebut tetap realistis meski kondisi ekonomi saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. Optimisme itu didasarkan pada masih besarnya potensi pendapatan daerah yang belum tergarap secara maksimal.
Budiono mengungkapkan, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menunjukkan masih terdapat sejumlah sumber PAD yang dapat dioptimalkan, khususnya dari sektor perpajakan daerah.
“Dari hasil temuan BPK, masih ada potensi PAD yang belum dimaksimalkan. Salah satunya berasal dari pajak-pajak tertentu yang masih bisa ditingkatkan penerimaannya,” katanya.
Selain itu, sektor properti juga dinilai memiliki peluang besar untuk mendongkrak pendapatan daerah. Banyak transaksi jual beli apartemen yang telah memiliki Akta Jual Beli (AJB) namun kontribusinya terhadap penerimaan daerah masih belum optimal.
“Transaksi apartemen yang sudah terjadi antara penjual dan pembeli tentu menghasilkan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan yang menjadi pendapatan pemerintah kota. Potensi ini masih bisa dimaksimalkan,” jelasnya.
Tak hanya itu, aktivitas investasi dan pembangunan industri di Balikpapan juga diyakini akan memberikan tambahan pemasukan bagi daerah. Salah satunya berasal dari proyek pengembangan yang tengah dilakukan oleh sektor migas dan industri penunjang lainnya.
“Pembangunan yang cukup besar, termasuk di kawasan industri dan sektor energi, tentu akan memberikan dampak terhadap peningkatan penerimaan pajak daerah,” tambahnya.
Melihat masih besarnya potensi yang belum tergarap, DPRD meminta organisasi perangkat daerah terkait, khususnya instansi pengelola pendapatan daerah, untuk lebih agresif dalam melakukan pendataan, pengawasan, dan optimalisasi penerimaan pajak.
“Pengawasan dari DPRD akan kami optimalkan. Kami juga mendorong agar potensi-potensi PAD yang selama ini belum maksimal bisa digali lebih baik lagi,” tegas Budiono.
Proyeksi APBD dan PAD 2027 tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pembahasan di tingkat komisi DPRD sebelum masuk dalam tahapan penyusunan anggaran yang lebih rinci.
Target kenaikan PAD sebesar Rp100 miliar, Pemerintah Kota Balikpapan berharap ruang fiskal daerah semakin kuat, sehingga mampu mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan publik pada tahun 2027. (Las)