• Rabu, 24 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Lahan pertanian PPDI Kukar, Selasa (23/6/2026).(Foto: Achmad Rizki/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sulit mendapatkan pekerjaan, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kutai Kartanegara (Kukar) menggarap sektor pertanian skala kecil.

Ketua PPDI Kukar, Fitriansyah mengatakan, sektor pertanian yang digarap meliputi tanaman kangkung dan sawi pakcoy.

Hasil pertanian itu nantinya untuk memenuhi kebutuhan pangan dan dijual ke pasar.

"Untuk tanaman kangkung sudah panen dan menghasilkan 70 ikat, dengan harga Rp 2.500 per ikat," kata Fitriansyah kepada KutaiRaya.com, Selasa (23/6/2026).

Pihaknya juga akan mengembangkan sektor pertanian, dengan menanam jamur tiram.

Namun, kendala yang dihadapi tak memiliki modal.

"Kami bingung tak ada modal untuk mengembangkan pertanian. Kalau mengandalkan pertanian yang ada, masih jauh dari harapan," ucapnya.

Ia mengaku modal untuk mengembangkan pertanian ini dengan membayar iuran bersama dan berharap dari hasil berjualan UMKM.

Dia berharap pemerintah daerah dapat mengakomodir aspirasi kelompok penyandang disabilitas, baik itu pengembangan sektor pertanian, UMKM hingga pekerjaan tetap.

"Penyandang disabilitas di Kukar ini terdiri dari berbagai jenis baik tuna rungu dan lainnya," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Warga Negara Migran Korban Tindakan Kekerasan Dinsos Kukar, Sunarko menjelaskan, pemerintah daerah telah menyediakan fasilitas untuk sekretariat PPDI Kukar.

Ini menjadi wadah bagi mereka untuk saling bertukar pendapat.

"Kami juga mendorong mereka untuk menggerakkan sektor pertanian agar mereka juga memiliki penghasilan," kata Sunarko.

Pihaknya juga berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yaitu Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker), agar dapat melibatkan tenaga kerja disabilitas ke dunia usaha. (Ary)



Pasang Iklan
Top