
Pegadaian Cabang Tenggarong, Selasa (23/6/2026).(Foto: Achmad Rizki/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, Pegadaian Cabang Tenggarong menerima 30 barang gadai setiap harinya.
Manager Bisnis Pegadaian Tenggarong, Faisal Rohman mengatakan, momen tahun ajaran baru paling sering digunakan masyarakat untuk menggadaikan barangnya, dalam memenuhi kebutuhan anak sekolah, modal usaha, bahkan konsumtif.
"Rata-rata setiap harinya ada sekitar 20-30 nasabah yang menggadaikan barangnya," kata Faisal kepada KutaiRaya.com, Selasa (23/6/2026).
Adapun barang yang sering digadaikan, yakni perhiasan, barang gudang seperti kendaraan, laptop, komputer, TV dan lainnya.
"Untuk penyaluran kredit gadai barang tiap harinya bisa mencapai Rp 300 juta," ucapnya.
Sebagian besar yang menggadaikan barang dari sektor pengusaha, pegawai pemerintahan dan lainnya.
"Yang sering, nasabah ingin memperpanjang atau menggadaikannya kembali," ujarnya.
Sementara itu warga Tenggarong yang tak ingin disebutkan identitasnya mengaku sering menggadaikan barangnya, untuk keperluan usaha dan lainnya.
"Barang yang digadai berupa emas, kalau emas itu dijual sangat disayangkan. Jadi lebih baik digadai saja dan bisa ditebus kembali," tuturnya.
Menurutnya, pegadaian ini menjadi solusi untuk mengatasi persoalan ekonomi dalam jangka waktu singkat.
"Jika tak sanggup membayar, dari Pegadaian mengkonfirmasi kembali terhadap kesanggupan tanggungan kreditnya. Jika ada persetujuan dilelang, maka secara sah barang itu akan dilelang," ucapnya. (Ary)