• Jum'at, 19 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Festival Sri Muntai di Tahun Sebelumnya.(Foto: Dok. Pemdes Muara Muntai Ilir)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Festival Sri Muntai yang telah ditetapkan sebagai kalender event tahunan di Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, akan kembali digelar pada tahun ini.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang dilaksanakan pada bulan November, pelaksanaan festival tahun ini dimajukan ke bulan Juli dan dipusatkan di Desa Muara Muntai Ilir, Kecamatan Muara Muntai.

Perubahan jadwal tersebut menjadi perhatian tersendiri ditengah kondisi efisiensi anggaran yang saat ini dilakukan pemerintah. Meski demikian, Pemerintah Desa Muara Muntai Ilir menyambut positif rencana pelaksanaan festival tersebut karena dinilai mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Kepala Desa Muara Muntai Ilir, Arifadin Nur mengatakan, Festival Sri Muntai telah sukses dilaksanakan untuk pertama kalinya pada tahun lalu dan kini telah masuk dalam kalender event tahunan daerah.

"Memang tahun kemarin sudah dilaksanakan satu kali. Awalnya dari kalender kegiatan yang saya lihat dijadwalkan pada November, tetapi kemudian dimajukan ke bulan Juli. Dari pemerintah desa tentu kami menyambut positif," ujarnya pada KutaiRaya.com, Jumat (19/6/2026).

Keberadaan Festival Sri Muntai memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang. Selain itu, masyarakat, khususnya kaum ibu, juga dapat berpartisipasi melalui berbagai aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung.

"Banyak UMKM yang tumbuh, masyarakat juga bisa beraktivitas dengan berjualan. Kesenian-kesenian lokal juga bisa berjalan. Pada dasarnya kegiatan ini meningkatkan ekonomi kerakyatan di sekitar Kecamatan Muara Muntai," katanya.

Sebagai desa yang menjadi lokasi pelaksanaan festival, Pemerintah Desa Muara Muntai Ilir menyatakan siap berkontribusi dan berkolaborasi dalam mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

"Kami siap berkontribusi. Biasanya pihak event organizer juga berkoordinasi dengan kami untuk menyiapkan kebutuhan seperti panggung dan fasilitas lainnya. Kebetulan kami memiliki sarana yang bisa digunakan, jadi siap berkolaborasi," jelasnya.

Di tengah kondisi anggaran saat ini, hal itu tidak akan menjadi hambatan bagi pihak desa untuk mendukung pelaksanaan Festival Sri Muntai. Justru kegiatan seperti ini penting untuk terus dipertahankan karena memiliki manfaat besar bagi masyarakat.

Festival Sri Muntai tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana pelestarian budaya lokal. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kecamatan Muara Muntai dan wadah menggali potensi seni budaya daerah.

"Festival ini mengangkat budaya yang ada di Muara Muntai, sekaligus memperingati hari jadi Kecamatan Muara Muntai. Biasanya ada penampilan seni dari sekolah-sekolah, sanggar seni, hingga berbagai kesenian khas daerah. Selain itu juga diramaikan dengan olahraga tradisional," ungkapnya.

"Harapannya jangan sampai efisiensi berdampak langsung kepada masyarakat. Dengan adanya Festival Sri Muntai, ekonomi kerakyatan bisa bergerak. UMKM dapat berjualan, masyarakat memperoleh pendapatan tambahan, dan perputaran uang terjadi di sekitar lokasi kegiatan," tuturnya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo menyampaikan, Festival Sri Muntai masih masuk dalam program dedikasi Bupati Kutai Kartanegara. Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan dengan kemampuan pembiayaan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

"Saat ini kami masih belum bisa melakukan launching atau berbicara lebih jauh. Karena efisiensi ini memang luar biasa sekali. Bidang kebudayaan juga terkena efisiensi. Memang kegiatan ini masuk dalam program dedikasi bupati, tetapi tetap tergantung kemampuan daerah dalam pembiayaan," tutupnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top