• Jum'at, 19 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, Jumat (19/6/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempercepat pembangunan depo kontainer dan terminal angkutan barang di kawasan Kilometer 13 sebagai solusi jangka panjang mengatasi parkir liar kendaraan trailer yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Masud, menegaskan pembangunan fasilitas tersebut merupakan program yang telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu untuk menata lalu lintas kendaraan berat sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Menurutnya, keberadaan trailer yang parkir di bahu jalan tidak hanya mengganggu keindahan kota, tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

"Itu sudah saya pikirkan sejak tiga tahun lalu. Lokasinya di Kilometer 13, arah menuju Kilometer 5. Lahannya milik Pemkot dan memang disiapkan untuk depo kontainer serta parkir kendaraan trailer," kata Rahmad, pada hari Jumat, 19 Juni 2026.

Ia menjelaskan pembangunan fisik sempat tertunda akibat keterbatasan anggaran daerah. Namun, proses pembukaan lahan (land clearing) kini telah berjalan menggunakan APBD Kota Balikpapan dan ditargetkan menjadi fondasi pembangunan fasilitas secara penuh pada tahun depan.

"Karena kondisi anggaran, pembangunan belum bisa dimulai tahun ini. Tapi land clearing sudah berjalan dan insyaallah tahun depan melalui dukungan APBD maupun bantuan keuangan provinsi, persoalan parkir trailer bisa kita selesaikan," ujarnya.

Rahmad mengakui persoalan parkir kendaraan kontainer menjadi tantangan tersendiri karena melibatkan banyak pelaku usaha transportasi dan logistik. Karena itu, pendekatan persuasif akan menjadi strategi utama sebelum dilakukan penataan secara menyeluruh.

"Kita harus berkoordinasi dengan para pemilik kendaraan dan perusahaan angkutan. Yang jelas komitmen kami adalah menghadirkan solusi yang benar-benar menjawab persoalan warga Balikpapan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan progres pembukaan lahan telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan selesai dalam lima hingga enam minggu ke depan.

"Luas lahannya sekitar 11,2 hektare dan merupakan aset Pemkot. Saat ini pekerjaan land clearing sudah berjalan sekitar 70 persen. Kami optimistis dalam lima minggu ke depan proses tersebut dapat dituntaskan," jelasnya.

Menurut Fadli, setelah proses pembukaan lahan selesai, kawasan tersebut sudah dapat dimanfaatkan sementara sebagai lokasi parkir kendaraan berat sambil menunggu pembangunan fasilitas pendukung lainnya.

Pada tahap awal, depo kontainer diproyeksikan mampu menampung sekitar 15 hingga 17 kendaraan besar dengan panjang hingga 18 meter. Namun kapasitas tersebut akan terus dikembangkan seiring penyelesaian pembangunan kawasan.

"Kami memperkirakan pada tahap awal dapat menampung sekitar 23 unit kendaraan kontainer dengan berbagai ukuran. Yang paling panjang sekitar 18 meter," katanya.

Menariknya, depo kontainer yang disiapkan Pemkot Balikpapan tidak hanya berfungsi sebagai tempat parkir kendaraan berat. Kawasan tersebut juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, termasuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Keberadaan SPBU di dalam kawasan depo dinilai akan mempermudah operasional kendaraan logistik sekaligus mengurangi aktivitas kendaraan berat yang selama ini sering berhenti di sejumlah titik dalam kota.

"Ini menjadi salah satu keunggulan depo kontainer yang sedang kami bangun. Selain area parkir, nantinya juga akan ada SPBU dan fasilitas pendukung lainnya," ujar Fadli.

Ia menyebut konsep depo kontainer yang terintegrasi dengan SPBU tersebut menjadi salah satu terobosan baru di Kalimantan Timur dan hingga saat ini belum dimiliki daerah lain.

"Sepengetahuan kami, konsep seperti ini belum ada di daerah lain di Kalimantan Timur. Karena itu kami berharap depo kontainer ini bisa menjadi solusi penataan transportasi barang di Balikpapan," katanya.

Selain membangun area parkir, Dishub juga akan menyiapkan gerbang utama kawasan sebagai penanda dimulainya pembangunan terminal angkutan barang yang menjadi salah satu program strategis Pemkot Balikpapan.

Hadirnya depo kontainer tersebut, pemerintah berharap persoalan parkir liar trailer yang selama ini memenuhi sejumlah ruas jalan utama dapat segera teratasi, sekaligus meningkatkan keselamatan, kelancaran lalu lintas, dan estetika Kota Balikpapan. (Las)

Pasang Iklan
Top