• Rabu, 24 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani.(Dok. Andri Wahyudi/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, meminta pemerintah pusat memberikan perhatian lebih besar terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Kukar.

Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia beberapa waktu lalu di Ruang Banmus DPRD Kukar.

Menurut Yani, Kukar memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia.

Sebagai daerah yang dikenal sebagai kabupaten adat dan budaya, Kukar membutuhkan dukungan konkret dari pemerintah pusat, terutama dalam pembangunan infrastruktur kebudayaan.

"Kutai Kartanegara ini merupakan kabupaten adat dan kabupaten budaya. Kami berharap ada keberpihakan dari pemerintah pusat, termasuk dukungan pembangunan museum, penguatan cagar budaya, dan berbagai fasilitas yang dapat menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah," ujar Yani.

Ia menegaskan, budaya tidak hanya menjadi identitas masyarakat Kukar, tetapi juga bagian penting dari sejarah bangsa.

Sehingga keberadaan sarana pendukung, seperti museum dinilai sangat penting untuk menjaga, mendokumentasikan, sekaligus memperkenalkan peradaban Kutai kepada generasi mendatang.

Yani berharap sinergi antara pemerintah daerah dan kementerian terkait dapat terus diperkuat.

Menurutnya, pelestarian budaya harus menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional sehingga daerah-daerah yang memiliki kekayaan sejarah mendapat dukungan yang memadai.

"Budaya merupakan jantung Kutai Kartanegara. Karena itu, pola kemitraan dan keselarasan pembangunan antara daerah dan pemerintah pusat harus terus diperkuat agar upaya pelestarian budaya dapat berjalan optimal," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Kementerian Kebudayaan, Maysitoh Annisa Ramadhani Alkatiri, memaparkan rencana pembangunan Borneo Culture Museum di Balikpapan.

Museum itu diproyeksikan menjadi pusat dokumentasi, edukasi, dan promosi warisan budaya Kalimantan, termasuk sejarah peradaban Kutai yang dikenal sebagai salah satu kerajaan tertua di Nusantara.

Rencana pembangunan museum tersebut mendapat perhatian DPRD Kukar.

Keberadaannya dinilai dapat menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Kalimantan kepada masyarakat luas, sekaligus memperkuat upaya pelestarian warisan budaya daerah.

Pertemuan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan terkait lahan adat dan memperkuat perlindungan nilai-nilai budaya lokal yang selama ini menjadi identitas masyarakat Kukar.

Dengan dukungan pemerintah pusat, DPRD Kukar optimistis berbagai program pelestarian budaya dapat berjalan lebih maksimal, sekaligus mengangkat posisi Kukar sebagai salah satu pusat peradaban dan kebudayaan penting di Indonesia. (Dri)



Pasang Iklan
Top