• Sabtu, 13 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kegiatan Tes Psikologi yang berlangsung di Mako polres Kukar, Jumat (12/6/2026).(Foto: Dok. Polres Kukar)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Kesehatan mental menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kesiapan seorang anggota kepolisian dalam menjalankan tugas, terutama bagi personel yang diberi kewenangan memegang senjata api dinas.

Untuk memastikan kondisi psikologis anggotanya tetap stabil, Polres Kukar kembali melaksanakan tes psikologi bagi ratusan personel, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan yang digelar secara berkala setiap enam bulan sekali tersebut merupakan kerja sama antara Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) Polres Kukar dan Tim Psikologi Biro SDM Polda Kalimantan Timur (Kaltim).

Tes ini menjadi syarat wajib bagi anggota Polri yang akan maupun sedang memegang senjata api dinas.

Kasi Humas Polres Kukar, IPTU Maryono menjelaskan, bahwa peserta terdiri dari berbagai jenjang kepangkatan dan fungsi tugas, mulai dari perwira hingga bintara.

"Peserta yang mengikuti tes berasal dari berbagai bidang, seperti Reserse Kriminal, Samapta, dan Lalu Lintas. Ada personel senior maupun junior yang ditunjuk untuk mengikuti pemeriksaan psikologi kali ini," ujarnya pada KutaiRaya.com, Jumat (12/6/2026).

Sebanyak 165 personel mengikuti pemeriksaan psikologi pada gelombang kali ini.

Ia menjelaskan, tidak seluruh anggota diwajibkan mengikuti tes karena sebagian personel telah menjalani pemeriksaan serupa pada awal tahun 2026 dan sertifikat psikologi mereka masih berlaku.

Pelaksanaan tes psikologi merupakan bagian dari implementasi Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 tentang Perizinan, Pengawasan, dan Pengendalian Senjata Api Organik Polri.

Melalui kegiatan ini, Polres Kukar ingin memastikan setiap personel yang memegang senjata api, baik senjata api pendek maupun panjang, memiliki kondisi mental yang sehat serta mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

"Tes ini bertujuan untuk mengukur berbagai aspek psikologis anggota, mulai dari tingkat kecerdasan, pengendalian emosi, kemampuan berpikir, hingga stabilitas kejiwaan. Karena kondisi psikologis seseorang bisa berubah akibat tekanan pekerjaan maupun masalah pribadi, evaluasi secara berkala sangat diperlukan," jelasnya.

Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kelayakan seorang personel untuk tetap memegang senjata api dinas. Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah potensi penyalahgunaan senjata maupun risiko kecelakaan kerja yang dapat membahayakan anggota dan masyarakat.

Saat ini, hasil tes masih menunggu proses penilaian dari Tim Psikologi Biro SDM Polda Kaltim. Karena itu, Polres Kukar belum dapat memastikan jumlah personel yang dinyatakan memenuhi syarat atau sebaliknya.

Namun demikian, Polres Kukar menegaskan bahwa tes psikologi bukan semata-mata untuk menentukan kelulusan. Pemeriksaan ini juga menjadi sarana deteksi dini terhadap personel yang mungkin sedang menghadapi tekanan mental atau permasalahan psikologis.

Jika ditemukan anggota yang membutuhkan perhatian khusus, Polres Kukar akan memberikan pendampingan melalui edukasi dan layanan konseling agar kondisi mental mereka dapat kembali pulih.

"Apabila ada personel yang mengalami kendala psikologis, kami akan melakukan pembinaan dan pendampingan. Tujuannya agar mereka bisa mengatasi masalah yang dihadapi dan kembali menjalankan tugas dengan baik dalam melayani masyarakat," tutupnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top