
Masyarakat yang tengah menunggu kepulangan mantan Bupati Kukar, Rita Widyasari, Jumat (12/6/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Suasana hangat dan penuh antusias terlihat di sejumlah titik di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (12/6/2026) sore sekitar pukul 17.00 WITA. Masyarakat telah memadati beberapa ruas jalan untuk menunggu kedatangan mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.
Sejumlah warga tampak membawa baliho berisi berbagai pesan dukungan serta ungkapan kerinduan terhadap sosok yang pernah memimpin Kukar tersebut.
Kehadiran Rita Widyasari, menjadi perhatian masyarakat yang telah lama menantikan kepulangannya ke tanah kelahirannya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Rita Widyasari disambut masyarakat sejak kawasan Pos Lembuswana, Tenggarong Seberang. Dari lokasi tersebut, rombongan melakukan konvoi yang dikawal dan didampingi oleh masyarakat Kukar menuju Tenggarong.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, Rita akhirnya bertemu langsung dengan masyarakat di Kecamatan Tenggarong. Dalam momen tersebut, ia terlihat dibonceng menggunakan sepeda motor sambil menyapa warga yang telah menunggu di sepanjang jalan.
Di tengah sambutan masyarakat, Rita sempat berhenti dan menyampaikan beberapa kalimat yang mengungkapkan rasa haru atas kepulangannya ke daerah yang telah lama ia tinggalkan.
"Nyaris sembilan tahun saya dipisahkan. Saya balik lagi ke tanah kelahiran saya. Saya lahir dan dibesarkan di sini, saya lahir di Jalan Mawar. Jadi saya orang Kutai dan saya ingin hidup dan mati di sini," ujar Rita Widyasari di hadapan masyarakat yang menyambutnya.
Kehadiran Rita mendapat respons positif dari sebagian masyarakat yang hadir. Banyak warga mengaku masih mengingat berbagai program pembangunan yang pernah dijalankan selama masa kepemimpinannya sebagai Bupati Kukar.
Namun demikian, perjalanan politik Rita Widyasari juga tidak terlepas dari catatan hukum. Pada masa jabatannya sebagai Bupati Kutai Kartanegara, ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi (Tipikor), yang kemudian membuatnya harus menjalani proses hukum.
Meski demikian, sebagian masyarakat yang hadir mengaku tetap menilai kinerja dan program pembangunan yang pernah dijalankannya selama memimpin Kukar.
Salah satu warga yang turut menyambut kedatangan Rita, Ketua Ormas Remaong Kutai Berjaya (RKB) Kukar, Maulid Iznaini.
Menurutnya, sosok Rita masih memiliki tempat di hati sebagian masyarakat Kukar, khususnya di Tenggarong.
"Dari saya sebagai Ketua RKB Kukar, benar-benar Bu Rita sangat kami harapkan. Mudah-mudahan ada perubahan di Kukar. Karena Bu Rita masih dicintai masyarakat Kukar, khususnya di Tenggarong," katanya.
Ia menilai, kecintaan masyarakat terhadap Rita tidak terlepas dari berbagai program yang pernah dijalankan selama memimpin daerah tersebut.
"Kalau masalah politik yang dulu mungkin itu urusan pribadi beliau. Tetapi kalau melihat kinerjanya dulu memang bagus. Banyak pembangunan yang dirasakan masyarakat, mulai dari perumahan hingga program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat," tuturnya.
Saat ditanya mengenai harapannya setelah Rita kembali ke Kukar, ia optimistis kehadiran mantan bupati tersebut dapat membawa semangat baru bagi masyarakat.
"Pasti ada perubahan. Karena kami percaya gaya kepemimpinan Bu Rita sangat baik dan bagus. Saya sebagai Ketua Remaong Kutai Berjaya mendukung beliau," pungkasnya. (*Zar)