
Kebakaran yang terjadi di permukiman padat warga, setelah sebuah rumah di Jalan Banjar RT 11 Nomor 35, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah, terbakar pada Jumat (12/6/2026).(Foto: Relawan Balikpapan)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Respons cepat petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah kobaran api meluas ke permukiman padat warga, setelah sebuah rumah di Jalan Banjar RT 11 Nomor 35, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah, terbakar pada Jumat (12/6/2026).
Meski satu unit rumah milik Murwati beserta dua sepeda motor di dalamnya hangus dan mengalami kerusakan berat, api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 30 menit sehingga tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 03.05 Wita. Petugas BPBD bersama unsur terkait tiba di lokasi lima menit kemudian dan langsung melakukan pemadaman.
“Api dapat dipadamkan pukul 03.35 Wita dan dilanjutkan dengan proses pendinginan,” ujarnya.
Saat petugas tiba, hampir seluruh bagian rumah yang didominasi material kayu sudah dikuasai api. Kobaran api tampak menjulang tinggi hingga melampaui tiang listrik di depan rumah dan sempat menyambar kabel yang membentang di atas bangunan.
“Kepulan asap tebal dan api berwarna jingga kemerahan terlihat keluar dari dalam bangunan,” jelas Usman.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Kebakaran hanya berdampak pada satu kepala keluarga dengan dua jiwa.
Untuk menangani kejadian itu, sejumlah unsur gabungan diterjunkan, antara lain BPBD Balikpapan, TNI, Polri, PLN, PDAM, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Tagana, PSC 119, ambulans relawan, aparat kelurahan dan kecamatan, Linmas, serta masyarakat setempat.
Armada pemadam dikerahkan dari berbagai sektor, mulai sektor selatan, kota, tengah, barat, timur hingga unit Pammat Polda Kalimantan Timur.
Hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Petugas masih melakukan pendalaman, untuk memastikan sumber api yang menghanguskan rumah tersebut.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman yang didominasi bangunan berbahan kayu dan berdempetan satu sama lain. (Las)