• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Darsun Tono.(Achmad Rizki/KutaiRaya)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Perjuangan orangtua kepada anaknya tak kenal surut.

Meskipun hidup dengan penghasilan pas-pasan, namun orangtua terus berupaya mewujudkan mimpi anak-anaknya.

Kesuksesan yang datang terhadap anak ini sering kali dipandang hasil kerja keras pribadi.

Tapi dibalik pencapaian itu, ada keringat orangtua yang terus bercucuran tak mengenal waktu.

Kisah itu datang dari warga asal Tenggarong, Darsun Tono (62), yang merantau dari pulau Jawa ke Kalimantan Timur sejak 1997, dengan bermodalkan uang sekitar Rp. 2,5 juta untuk bertahan hidup bersama anak dan istri.

Darsun Tono memiliki 3 orang anak, di antaranya, Heri Istiono kelahiran 1991, Feri Seto Budi kelahiran 1995 dan Fiki Arianto kelahiran 2005.

Sejak duduk di bangku sekolah, mereka memperlihatkan ketekunanan untuk belajar dan memiliki cita-cita besar.

Menyadari potensi mereka, Darsun Tono bersama istri rela melakukan apa saja demi keberhasilan sang anak.

"Perjuangan kami menyekolahkan anak-anak hingga menggapai cita-citanya sangat berat," kata Darsun Tono kepada Kutairaya, Sabtu (24/1/2026).

Perjuangan berat itu dilakoni Darsun Tono mulai jadi kuli beras, ngojek, hingga usaha material tanah.

Penghasilan yang diperoleh tiap harinya tak menentu, cukup untuk kebutuhan hidup saja sangat bersyukur.

Tiap hari, ia selalu menanamkan kepada anak-anak untuk mengerti apa arti kehidupan.

Karena perjuangan untuk hidup itu sangat keras. Sehingga hasil kerja keras itu jangan dihambur-hamburkan sesaat tanpa tujuan.

Selain itu, gemblengan keras juga dilakukan oleh Darsun Tono.

Pasalnya, dengan gemblengan keras bisa membentuk karakter dan mental anak yang kuat.

Ini semata bukan tak sayang kepada anak, tapi ini merupakan bentuk rasa sayang orangtua kepada anaknya, agar anaknya mendapatkan pekerjaan yang layak daripada orangtuanya.

Atas didikian yang keras, akhirnya 3 anak itu telah memiliki pekerjaan yang lebih nyaman daripada orangtuanya.

Untuk anak pertama, Heri Istiono bekerja.sebagai sipir di Lapas Kelas IIA Tenggarong.

Kemudian anak kedua, Feri Setio Budi bekerja sebagai Sipir di Rumah Tahanan (Rutan) Samarinda.

Dan anak ketiga, Fiki Arianto yang sedang menjalani pendidikan Brimob di Watukosek Jawa Timur.

Ia juga memberikan pesan kepada seluruh pemuda di Kukar, tetap semangat dan dapat menghormati, menghargai, menaati perintah orangtua.

Karena kunci kesuksesan terletak dari orangtua. (ary)



Pasang Iklan
Top