
Bupati Kukar bersama Wakil Bupati Kukar saat meninjau Pasar Tangga Arung. (Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pasar Tangga Arung Square menjadi tempat representatif bagi pedagang maupun pengunjung.
Hal itu dibuktikan dengan kelengkapan fasilitas yang terdapat di pasar tersebut.
Fasilitas yang disediakan adalah ruang terbuka hijau (RTH), musala, ruang santai bagi pengunjung, toilet, lahan parkir dan lainnya.
Sebelumnya, pasar ini bernama Pasar Tangga Arung yang merupakan pasar tradisional.
Namun pada 2023 lalu, pasar ini dilakukan revitalisasi dan rampung pada akhir 2025 kemarin.
Di pasar ini ada sekitar 703 pedagang, terdiri pedagang pakaian, konveksi, kuliner, konter HP dan lainnya.
Pedagang yang menempati petak ini merupakan pedagang yang telah didata sebelumnya, sehingga masuk prioritas dalam penempatan petak.
Tangga Arung Square ini baru saja diresmikan oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, Senin (5/1/2026), didampingi Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin, Sekkab Kukar H Sunggono serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Salah seorang pedagang kuliner, Wahyudin menyambut baik atas pembangunan pasar ini.
Pasar ini dinilai sangat nyaman, baik bagi pedagang maupun pengunjung.
"Pasar ini akan kami rawat, agar kenyamanan wadah ini selalu terjaga, sehingga dapat menjadi daya tarik pengunjung," kata Wahyudin kepada Kutairaya, Senin (5/1/2025).
Ia mengaku hari ini baru pertama kali berjualan karena bebarengan dengan peresmian Pasar Tangga Arung Square.
Dan, dagangannya langsung diborong oleh rombongan Bupati Kukar.
"Kami sangat terima kasih dengan kedatangan Bupati Kukar, yang langsung berbelanja dalam mendukung pelaku usaha lokal," tuturnya.
Hal senada juga disampaikan seorang pedagang konveksi, Rahmat.
Ia mengatakan, keberadaan pasar ini diyakini dapat menggerakkan perekonomian masyarakat, terlebih para pedagang.
"Kami berharap, para pengunjung dapat berbelanja di pasar ini. Tak perlu lagi ke Samarinda, cukup ke Tangga Arung Square yang juga menyediakan produk yang berkualitas," ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kukar, Hj Fatlon Nisa menjelaskan, para pedagang harus semangat berjualan di lokasi yang baru ini, yaitu Pasar Tangga Arung Square.
Karena Tangga Arung Square ini merupakan pasar semi modern, yang dilengkapi berbagai fasilitas.
"Pasar yang telah dibangun dengan megah ini bisa memberikan manfaat kepada para pelaku usaha, khususnya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Fatlon Nisa.
Rektor Universitas Kutai Kartanegara, Prof Ince Raden berharap Pasar Tangga Arung Square bisa berfungsi dengan baik.
Pasar merupakan tempat pertemuan antara pedagang dan pembeli.
"Pasar Tangga Arung Square kalau kita lihat dari desainnya sudah modern. Karena dilengkapi beberapa fasilitas yang memadai," ujar Ince.
Keberadaan pasar ini di tengah jantung kota Tenggarong diyakini dapat mengakomodir pelaku usaha serta meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Kami melihat keberadaan pasar ini sangat representatif, higienis dan dapat menarik perhatian pengunjung," ucapnya.
Maka itu, pasar ini tak boleh diperjualbelikan atau disewakan. Karena pasar ini milik pemerintah daerah.
Jika tak ingin berjualan, maka bisa diserahkan langsung ke pemerintah, sehingga dapat memberikan kesempatan bagi pedagang lainnya untuk berjualan.
Terpisah, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menjelaskan, sebelum pasar ini diresmikan telah terpantau antusias pedagang untuk mengisi petak baru tersebut.
Ada sekitar 703 petak telah disiapkan untuk berbagai pedagang, baik kuliner, pakaian, konveksi, konter HP dan lainnya.
"Kita sudah melihat, sebagian besar pedagang telah mengisi petak pasar ini. Pasar ini dibangun dengan konsep semi modern," tutur Aulia.
Ia menegaskan, jangan ada pedagang yang berani memanipulatif atau menjual, bahkan menyewakan petak pasar ini.
Ia berharap pasar ini menjadi pusat perekonomian masyarakat, khususnya yang sedang berbelanja barang-barang kering.
"Dan Pasar Mangkurawang menjadi pusat untuk pemenuhan kebutuhan pangan," ucapnya. (Ary)