• Selasa, 05 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Disdikbud Kutai Kartanegara



Penyerahan Ijazah secara simbolis oleh Bupati Aulia Rahman Basri.(Foto:Indri)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menilai kolaborasi antara Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putri Karang Melenu dengan PT Multi Harapan Utama (MHU) layak dijadikan model kemitraan pendidikan dan dunia usaha di daerah.

Menurut Aulia, kerja sama yang terjalin sejak 2019 itu tidak hanya mampu menekan angka putus sekolah, tetapi juga berhasil mencetak lulusan yang siap kerja dan mandiri secara ekonomi.

"Kolaborasi ini nyata hasilnya, ratusan orang yang sebelumnya tidak melanjutkan sekolah kini memiliki ijazah sekaligus keterampilan tambahan," ujarnya, Senin (8/9/2025).

Sejak berjalan enam tahun terakhir, tercatat 971 orang lulusan berhasil ditelurkan PKBM Putri Karang Melenu. Para lulusan tersebut bahkan telah berkiprah di berbagai bidang, mulai dari menjadi pekerja di perusahaan, wirausaha, hingga aparat desa.

Bupati menyebut bahwa kontribusi sektor swasta dalam pendidikan adalah wujud tanggung jawab sosial yang tepat sasaran. Ia menegaskan, keberhasilan program ini sejalan dengan visi Kukar dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

"Inilah bukti bahwa dunia usaha bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM,"tambahnya.

Menariknya, dampak program ini juga terukur melalui kajian Social Return on Investment (SROI) dengan nilai 3,59. Artinya, setiap satu rupiah yang diinvestasikan mampu menghasilkan manfaat sosial senilai 3,59 rupiah.

"Ini angka yang luar biasa, menunjukkan efektivitas investasi sosial," kata Aulia.

Selain itu, ia menyebut program ini turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs Desa), terutama dalam hal pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi merata, serta kemitraan pembangunan.

Aulia berharap, model kemitraan PKBM Putri Karang Melenu dengan PT MHU bisa direplikasi oleh lembaga pendidikan lain di Kukar bersama sektor swasta.

"Jika lebih banyak perusahaan melakukan hal serupa, saya yakin kualitas SDM kita akan meningkat pesat," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas manusia adalah investasi jangka panjang yang harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat harus bergandengan tangan dalam menciptakan SDM unggul yang mampu bersaing di era global.

"Pendidikan bukan hanya tugas pemerintah. Dengan dukungan semua pihak, kita bisa mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan. Mari kita jadikan Loa Kulu sebagai contoh sukses kolaborasi pendidikan," pungkas Bupati. (adv)



Pasang Iklan
Top