• Jum'at, 20 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Disdikbud Kutai Kartanegara



Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor.(Foto:Rohman)


TENGGARONG,(KutaiRaya.com):Gelaran Erau Adat Kutai Tahun 2025 dipastikan semakin meriah. Selain menghadirkan rangkaian upacara sakral dan budaya khas Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, tahun ini juga akan diwarnai dengan kehadiran tamu penting dari pusat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Thauhid Afrilian Noor, mengungkapkan bahwa Menteri Pariwisata RI dijadwalkan hadir pada puncak acara Belimbur tanggal 28 September 2025 mendatang.

"Konfirmasi dari pihak Kesultanan, Menteri Pariwisata akan datang pada tanggal 28. Beliau menggunakan helikopter, hanya sehari tanpa menginap. Kehadiran beliau juga karena ada hubungan kekerabatan dengan Bunda Ratu," ujar Thauhid usai memimpin rapat sinkronisasi, koordinasi, dan finalisasi pelaksanaan Erau di Tenggarong, Rabu (3/9/2025).

Menurut Thauhid, kehadiran Menteri Pariwisata tentu menjadi nilai tambah sekaligus bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap upaya pelestarian budaya daerah.

"Kita patut bersyukur karena perhatian terhadap Erau semakin besar, tidak hanya dari masyarakat Kukar, tapi juga dari pemerintah nasional," imbuhnya.

Terkait persiapan, Thauhid menegaskan pembagian peran antara pemerintah daerah dan pihak Kesultanan Kutai tetap jelas. Urusan yang bersifat sakral sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab Kesultanan.

"Pemerintah tidak akan menyentuh sedikit pun hal-hal sakral. Itu sepenuhnya urusan pihak Kesultanan," tegasnya.

Sementara itu, Pemkab Kukar fokus pada pelaksanaan teknis di luar kegiatan sakral. Mulai dari acara pembukaan, seremonial, pengamanan, kebersihan, hingga kegiatan pendukung seperti Beseprah, olahraga tradisional, dan pameran (expo).

"Jadi apa yang kita kerjakan tidak akan mengganggu kesakralan Erau. Tugas kami memastikan kenyamanan dan kelancaran kegiatan di lapangan," jelas Thauhid.

Ia juga menambahkan, pembagian peran seperti ini sudah berjalan sejak lama dan terbukti efektif. Dengan demikian, kedua belah pihak dapat saling melengkapi tanpa ada tumpang tindih kewenangan.

"Kesultanan menjalankan bagian sakral, Pemkab mengatur sisi publik dan teknis. Pembagian tugas ini sudah sangat tegas,"ujarnya.

Erau tahun ini dijadwalkan berlangsung mulai 21 hingga 29 September 2025, dengan berbagai rangkaian acara budaya yang selalu menjadi magnet wisata. Selain masyarakat lokal, ribuan wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara diperkirakan akan hadir.

Kehadiran Menteri Pariwisata pada puncak Belimbur diharapkan semakin mengangkat pamor Erau di tingkat nasional.

"Dengan perhatian langsung dari pemerintah pusat, semoga Erau bisa semakin dikenal luas dan berdampak positif pada pariwisata Kukar," tutup Thauhid. (adv)



Pasang Iklan
Top